08 October 2020, 00:11 WIB

Peringati HUT, Sekolah Ini Gelar Ajang Pendidikan Karakter Daring


Syarief Oebaidillah | Humaniora

MENAPAKI usia ke 18 tahun, Sekolah Global Sevilla memperingati ulang tahunnya dengan kembali menggelar A Day of Mindfulnes (DoM). Mengingat pandemi covid 19 yang belum landai maka berbeda pada tahun sebelumnya, tahun ini digelar secara dalam jaringan ( daring).

Superintendent Global Sevilla School (GSS) atau Sekolah Global Sevilla Michael Thia mengatakan, kendati berlangsung daring tidak lagi tatap muka, para siswa antusias mengikuti Mindfulness.

Menurutnya, Mindfulness ini penting dalam pelatihan pendidikan karakter bagi anak karena dapat melatih kesadaran, berbagi, welas asih dan pengendalian diri pada aktivitas kehidupan sehari-hari.

"Jadi Mindfulness menjadi cara internalisasi menanamkan pembentukan karakter siswa kami. Kami memfokuskan pada latihan kesadaran melalui bernafas dan sadar akan lingkungan sekitar," kata Michael Tia pada webinar A Day of Mindfulness ( DoM) yang diselenggarakan GSS di Jakarta, Rabu (7/10)

Michael menjelaskan terdapat ragam kegiatan yang dapat diikuti siswa. Seperti, Mindful Tea Drinking, Mindful Coloring, Healthy Cooking, Mindful Yoga, Mindful Painting, Mindful Movement.

Beragam aktivitas tersebut melatih kemampuan yang berkualitas kini dan mendatang.. Melalui Mindfullnes siswa dibekali melatih kesadaran dan perhatian penuh terhadap apa yang terjadi di dalam diri para siswa.

Baca juga : DPR Pastikan Klaster Pendidikan Telah Dicabut dari UU Cipta Kerja

Menurutnya, melalui kegiatan itu, pihak GSS juga berkolaborasi erat bersama orang tua siswa berpartisipasi dengan beragam aktivitas mindfulness. Seperti Mindful Planting mengingatkan untuk menyadari setiap makanan dan minuman itu berasal dari alam dan jerih payah orang lain seperti petani. Hal mengajarkan agar bersyukur dan menghargai alam dan bumi kita.

Selain itu terdapat Tea meditation bagi siswa Global Sevilla. Mereka dipimpin guru Global Sevilla, Alva Paramitha.untuk , menikmati teh hangat sedikit demi sedikit sambil merasakan sensasi hangat dari se cangkir teh. Sambil tetap bernapas, dan merasa setiap teguk teh dengan rasa syukur dan meningat orang-orang yang dikasihi agar dapat juga merasakan rasa syukur.

Kegiatan tea meditation dipercaya dapat memberikan rasa ketenangan dan menumbukan rileksi dalam diri anak-anak. Anak-anak mengaku setelah minum teh dalam aktivitas ini merasa lebih tenang dan rileks.

Selain itu, para.siswa.juga bisa mengikuti kegiatan mewarnai mandala yang dilakukan dengan tehnik unik yakni bertukar tangan secara bergantian. Misalnya ketika awal siswa mewarnai dengan tangan kanan, lalu ketika bel dibunyikan dia diminta berpindah tangan dengan tangan kiri. Aktivitas ini dimaksudkan untuk melatih fungsi otak kanan dan otak kiri secara bergantian.

"Para siswa kami juga diminta mewarnai secara mindful sesuai dengan emosi yang ia rasakan. Misalnya mandala diwarnai dengan dominan warna orange, anak tersebut cenderung miliki emosi yang hangat dan semangat," tukasnya.(OL-7)

BERITA TERKAIT