07 October 2020, 23:36 WIB

Menperin Sebut Omnibus Law Bisa Dongkrak Industri Manufaktur


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

MENTERI Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan Undang-Undang Cipta Kerja akan mendorong industri manufaktur di dalam negeri.

"Sangat penting agar prouduktivitas kita mempunyai daya saing dan lebih kuat. Secara langsung (UU Ciptaker) memberikan manfaat bagi industri manufaktur," ujar Agus dalam Konferensi Pers Penjelasan UU Cipta Kerja secara virtual, Jakarta, Rabu (7/10).

Menurutnya, jika sektor industri manufaktur memiliki daya saing yang kuat, bisa mendukung sektor ketenagakerjaan. Agus menerangkan, ada 16 pasal dalam UU Ciptaker yang berkaitan dengan industri.

"Jika sektor tenaga kerja baik tentu akan mendukung industri manufaktur, dan sebaliknya kalau industri manufaktur baik dia juga akan mendukung sektor tenaga kerja," tutur Agus.

Baca juga : KKP : Omnibus Law Bakal Untungkan Nelayan

Kemenperin bakal menyusun rancangan peraturan pemerintah (RPP) untuk menjabarkan detail UU tersebut. Agus menyebut, RPP tersebut mencakup lima hal. Pertama soal kemudahan untuk mendapatkan bahan baku dan menjamin investasi.

"Agar investasi dan proses produksi bisa berjalan dengan baik. Cakupan yang kedua ialah pembinaan dan pengawasan lembaga penilaian kesuaian. Lalu industri strategis," ujar Agus.

Cakupan keempat, lanjutnya, membangun peran serta masyarakat dalam pembangunan industri dan tata cara pengawasan dan pengendalian usaha industri.

Selain itu, Agus mengatakan, UU Ciptaker juga mendorong bisnis bagi Industri Kecil Menengah (IKM), bisnis makro seperti Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta. (OL-7)

BERITA TERKAIT