07 October 2020, 12:05 WIB

Pandemi Ciptakan Pendidikan Daring tanpa Batas


Mediaindonesia.com | Humaniora

PANDEMI covid-19 menempatkan pendidikan daring dalam sorotan. Dengan berlakunya kebijakan bekerja dari rumah, sebagian besar karyawan harus menyesuaikan dengan pola kerja baru dan pola pengembangan kompetensi karyawan yang didorong adalah melalui pelatihan secara daring. Portal pendidikan daring memainkan peran penting. Perusahaan dianggap dinamis ketika mereka dapat dengan cepat menerapkan dan menggunakan pendidikan daring untuk meningkatkan kompetensi karyawan.
     
Hal itu diungkapkan Komisaris Rajawali Corpora dan Pembina dari Rajawali Foundation YW Junardy dalam acara webinar bertajuk 'Opportunity during the Pandemic: The Future of Education is Borderless', Rabu (7/10). Menurutnya pendidikan daring akan membuka peluang untuk melanjutkan pembelajaran dengan cara baru. Membuka kesempatan untuk kolaborasi yang lebih luas antara universitas dan bisnis.

Baca juga: Ini 8 Sistem Belajar Daring yang Direkomendasikan Kemendikbud

“Pandemi telah mempercepat kolaborasi global di semua aspek, termasuk Pendidikan. Kemitraan, sebagaimana didefinisikan dalam Sustainable Development Goals (SDG) nomor 17 yang  sangat penting untuk mendorong keberhasilan pembangunan yang berkelanjutan tanpa meninggalkan siapapun dan untuk mencapai tujuan dunia yang kita inginkan,” jelas Junardy.

“Kami mengidentifikasi kebutuhan kompetensi karyawan dan menyediakan jalur pendidikan daringnya bagi karyawan mulai dari dasar pelatihan Bahasa Inggris untuk bisnis sebagai dasar hingga program gelar master penuh. Dua angkatan dari total 50 karyawan telah dipilih untuk bergabung dengan jalur daring dan 5 karyawan dari mereka telah menyelesaikan gelar master penuh tentang subjek kepemimpinan dan manajemen global,” tambah Executive Director Rajawali Foundation, Agung Binantoro.
 
“Untuk itu, webinar yang dihadiri oleh para korporasi dan publik nasional, sekaligus para alumni Thunderbird dari seluruh dunia dengan mengusung tagline belajar tanpa batas atau Learning Beyond Borders, diharapkan juga dapat memberikan ide, inspirasi, dan alternatif bagi perusahaan di Indonesia untuk mengembangkan modul yang berguna dan kreatif," ujar Agung. (RO/A-1)

BERITA TERKAIT