07 October 2020, 21:55 WIB

Tokoh Adat Solid, Rusdy-Ma'mun Optimis Menang 80% di Banggai


mediaindonesia.com | Nusantara

KABUPATEN Banggai terdiri dari 23 kecamatan, 46 kelurahan dan 291 desa dengan luas wilayah 9.672,70 km² dan jumlah penduduk sebesar 359.495 jiwa dengan sebaran penduduk 37 jiwa/km². Calon Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Ma'mun Amir pasangan dari Calon Gubernur Rusdy Mastura sudah tiga hari dua malam bersafari politik di Kecamatan Balantak, Balantak Utara, dan Balantak Selatan. Bersilaturahmi dari desa satu ke desa lain, dan dari tokoh satu dan tokoh lain banyak menitipkan aspirasi dan harapan untuk Rusdy-Ma'mun di Provinsi.

"Kami siap menangkan 80%, kami terharu dengan kehadiran Ma'mun Amir dan tim Calon Wakil Gubernur, dari semua paparan program Rusdy-Ma'mun itu semuanya merupakan harapan masyarakat diwilayah kepala burung tentang masa depan wilayah ini," Nasir Ali Tokoh Masyarakat Balantak, Rabu (7/10)

Menurut Kahar tokoh adat Balantak, masyarakat Balantak ini butuh jalan untuk meningkatkan perekonomian, dan kita juga butuh dermaga. Beliau ini paham keinginan kita, dan mari kita titipkan amanah ini. Untuk itu kita perlu upaya dan menindaklanjuti pertemuan ini, agar saudara kita ini menang. 

"Kami akan menindaklanjuti dari safari politik Ma'mun Amir, mungkin salah satunya akan diadakan silaturahmi lintas tokoh masyarakat Balantak untuk memperkuat dan memperkokoh barisan demi kemenangan Rusdy-Mastura. Kami kedepan juga akan membentuk ikatan kekeluargaan masyarakat Babasal ditingkat Kabupaten untuk menjaga kebudayaan, kearifan lokal, dan silaturahmi suku asli yang ada di Kabupaten Banggai," imbuh Nasir Ali

Dalam gagasan dan paparannya Ma'mun Amir juga menyampaikan kepada tokoh adat dan tokoh masyarakat bahwa perlu adanya 'Revitalisasi Fasilitas Seni, Budaya, Sejarah, dan Wisata Berbasis Kearifan Lokal di Sulawesi Tengah'. Ini juga merupakan bagian dari programnya bersama Rusdy Mastura yaitu 'Sulteng Kreatif'.

"Kearifan lokal menurut saya akan tampil bagus kalau pemimpinnya merupakan pemilik negeri, perda adat ini belum ada jadi bagaimana bisa berkembang. Kalo itu sudah ada, berarti ada kewajiban pemerintah untuk membantu adat. Zaman ini makin berkembang, untuk itu perlu mengulas kembali sejarah dan memberikan edukasi kepada generasi muda agar dapat memahami budaya dan adatnya," jelas Ma'mun Amir. (OL-13)

BERITA TERKAIT