08 October 2020, 02:10 WIB

Minyak Jelantah dan Riset Popok Bayi


MI | Humaniora

KEKHAWATIRAN Fei terhadap kerusakan lingkungan akibat sampah membuatnya tak mau berhenti untuk terus memperluas gerakannya. 

Salah satu yang akhirnya ia lakukan ialah menginisiasi riset soal pemanfaatan popok bekas bayi sekali pakai untuk bisa dijadikan kertas. “Saya sangat berharap ini bisa berhasil dan segera dimulai,” ujar Fei.

Ia mengaku sangat prihatin dengan masalah sampah popok bayi yang belum juga bisa menemukan jalan keluar. Setiap hari penumpukan justru semakin banyak terjadi tanpa ada solusi.

“Jadi, nanti kerja sama dengan perusahaan pengolah sampah rencananya sampah popok bayi itu kita olah dengan mesin hidrotermal dan itu bisa menjadi batako pengganti bata merah,” ujar Fei.

Selain itu, riset juga dilakukan dalam upaya pembuatan kertas berbahan dasar popok sekali pakai bekas tersebut. “Itu kita sedang akan riset agar itu bisa jadi bahan baku kertas daur ulang. Karena di Eropa itu sudah digunakan, kita masih riset terus. Kalau berhasil akan sangat luar biasa karena popok bayi menjadi sakah satu masalah utama di lingkungan,” ujarnya.

Selain popok bekas, hal lain yang juga menarik perhatiannya adalah minyak jelantah. Ia mengatakan tak pernah bisa berhenti memikirkan kema na minyak jelantah dari jutaan rumah akhir nya terbuang dan berakhir.

“Saya melihat bahwa jelantah itu salah satu masalah lingkungan yang berat saat ini. Masyarakat umumnya selalu membuangnya ke tanah atau ke saluran air. Itu akhirnya kita usahakan untuk kumpulkan,” ujar Fei.

Ia mengatakan sebulan terakhir berupaya mengajak masyarakat untuk mau mengumpulkan jelantah dan menukarnya dengan tabungan emas di BSB. 

“Jadi, setiap 65 jeriken yang dikumpulkan itu kita tukar satu gram emas. Mereka tertarik sekali sehingga dalam satu bulan saja kita sudah mengumpulkan 600 kg minyak jelantah. Bayangkan kalau 600 kg itu terbuang ke lingkungan ampaknya seperti apa. Itu hanya satu bulan,” ujar Fei.

Fei mengatakan berbagai terobosan dan aksi memang harus terus dikembangkan untuk memaksimalkan pengelolaan sampah yang baik dan merata di masyarakat. Ia juga mengatakan tak menyesal telah meninggalkan kariernya yang cemerlang untuk terjun di bidang lingkungan dan gerakan sosial.

“Saya senang akhirnya bisa memakai pengalaman saya di marketplace untuk menekuni bidang ini,” tutup Fei. (Put/M-4)

BERITA TERKAIT