07 October 2020, 21:30 WIB

Pasokan Roche Terlambat, Tes Covid-19 Inggris Terganggu


Mediaindonesia.com | Internasional

Sistem tes covid-19 Inggris, yang tengah berjuang dengan lonjakan jumlah kasus baru, menghadapi lebih banyak lagi gangguan pada Rabu (7/10), usai raksasa farmasi Swiss, Roche, mengatakan permasalahan di gudang barunya memperlambat pengiriman sejumlah produk.

Roche merupakan salah satu pemasok utama tes diagnosa bagi program tes dan pelacakan layanan kesehatan nasional (NHS) Inggris, yang beberapa hari lalu mengalami kesalahan teknis yang memperlambat pelaporan 15.000 hasil tes positif.

Perusahaan Swiss tersebut mengatakan dalam sebuah surat ditujukan bagi para pelanggan Inggris, bahwa peralihan dari gudang lama ke pusat distribusi baru telah menyebabkan permasalahan yang tidak diperkirakan sebelumnya, mengakibatkan "penurunan yang sangat signifikan dalam kapasitas proses kami" yang tak dapat segera diperbaiki.

Waktu datangnya masalah Roche hampir tidak bisa lebih buruk lagi untuk Inggris, di tengah jumlah infeksi virus korona baru melonjak. Para ahli mengatakan gangguan itu juga mempengaruhi tes diabetes, tes kadar magnesium dan bahan diagnostik lainnya.

Allan Wilson, kepala Institute of Biomedical Science, mengatakan Roche dan staf NHS bekerja sangat keras untuk menutup celah yang mendesak, termasuk dengan berkendara ke seluruh negeri untuk mendistribusikan pasokan secara manual, tetapi itu tidak akan bertahan lama.

"Kami hanya bisa melakukan itu selama beberapa hari sebelum benar-benar mulai berdampak pada kemampuan kami melakukan tes diagnostik," katanya.

Dalam suratnya, Roche mengatakan situasinya akan membaik dalam beberapa hari mendatang "dan kami yakin bahwa kami akan melihat perubahan langkah besar dalam beberapa minggu mendatang".

"Kerjaan yang menumpuk  saat ini kemungkinan akan mempengaruhi dan mengganggu layanan untuk sementara dan, sayangnya, pada tahap ini kami mungkin tidak dapat memberikan solusi untuk menghindari gangguan sementara," katanya dalam surat yang dilihat oleh Reuters.

"Rencana darurat pelanggan kami mungkin perlu diaktifkan dan kami bekerja dengan mereka untuk membantu menjalankannya." (Ant/OL-12)

 

BERITA TERKAIT