07 October 2020, 20:46 WIB

Dana Insentif Rp1,94 Miliar belum Diterima Tenaga Kesehatan Aceh


Mediaindonesia.com | Nusantara

Kalangan paramedis yang selama ini terlibat penanganan covid-19 di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, hingga kini belum menerima dana insentif sejak pertama kali bertugas pada Januari 2020.

Padahal, dana tersebut sudah ditransfer oleh pemerintah pusat ke daerah selama dua tahap dengan jumlah bantuan sekitar Rp1,94 miliar. “Ada sekitar delapan bulan dana insentif yang belum disalurkan, terhitung sejak Januari hingga Agustus 2020,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat, Syarifah Junaidah, Rabu (7/10) di Meulaboh.

Ia menjelaskan, belum disalurkannya dana tersebut karena saat ini pihaknya sedang menyiapkan dokumen pencairan anggaran, termasuk bahan administrasi yang diperlukan agar penyalurannya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Syarifah Junaidah menjelaskan, dana dari pusat yang diperuntukkan bagi tenaga medis yang selama ini terlibat di dalam pelayanan kesehatan dan penanganan covid-19 di Kabupaten Aceh Barat tersebut sudah ditransfer ke daerah.

Ia merincikan, pada tahap pertama, dana tersebut diterima oleh pemerintah daerah sebesar Rp290 juta yang diperuntukkan bagi paramedis penanganan covid-19 di Aceh Barat, termasuk tenaga surveylance dinas kesehatan.

Kemudian pada tahap kedua, dana yang ditransfer pemerintah pusat ke daerah sebesar Rp804 juta. “Jadi, dana yang sudah ditransfer tersebut sekitar Rp1,94 miliar, dan akan segera disalurkan,” kata Syarifah Junaidah.

Ia juga menyatakan bahwa dana yang sudah ditransfer tersebut merupakan dana bantuan operasional kesehatan (BOK) dari pemerintah dalam bentuk dana alokasi khusus non fisik.

Ia menjelaskan, dana tersebut nantinya akan disalurkan ke sejumlah paramedis yang selama ini bertugas di setiap puskesmas yang tersebar di seluruh Kabupaten Aceh Barat. “Untuk pembagiannya nanti ada rumusnya,” kata Syarifah Junaidah tanpa menyebutkan perincian dana yang akan disalurkan ini. (Ant/OL-12)

BERITA TERKAIT