07 October 2020, 17:57 WIB

Polres Probolinggo Raih Penghargaan ISNA 2020


Heri Susetyo | Nusantara

POLRES Probolinggo Kota dinobatkan sebagai Smart Society dalam ajang penghargaan Indonesia Smart Nation Award (ISNA) 2020. Polres Probolinggo Kota mengukir prestasi karena bisa mengambil peran penting masyarakat di tengah wabah pandemi covid-19.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, Polres Probolinggo Kota berhasil meraih peringkat terbaik melalui inovasi kategori penghargaan Smart Society. Polres Probolinggo Kota berhasil menyisihkan empat nominator lainnya yaitu Kota Denpasar, Kabupaten Banyuwangi, Kendal dan Tegal.

"Keberhasilan itu tidak lepas dari peran Polres Probolinggo Kota yang bersinergi bersama TNI dan Pemkot Probolinggo. Mendampingi berdirinya Kampung Tangguh Semeru (KTS) hingga keberlanjutannya, mulai perencanaan, sosialisasi, dan penguatan sumber daya manusia," kata Trunoyudo, Rabu (7/10).

Sementara itu Kapolres Probolinggo Kota AKB Ambariyadi Wijaya mengucap rasa syukur atas prestasi ini. Menurutnya, KTS telah melatih masyarakat untuk hidup bergotong-royong dan peduli terhadap segala kondisi. Sehingga situasi kamtibmas di Kota Probolinggo aman dan kondusif. 

"Semoga prestasi ini dapat berkelanjutan,” kata Ambariyadi Wijaya.

Ambariyadi Wijaya menambahkan, KTS yang melibatkan peran serta masyarakat memiliki kontribusi besar dalam penguatan ketahanan masyarakat di tengah pandemi covid-19.

Konsep yang menjunjung rasa gotong-royong terus menumbuhkan kepedulian. Bahkan di dalamnya memenuhi kriteria tangguh dalam hal ketahanan kesehatan, sumber daya manusia, ketahanan pangan, informasi, keamanan, psikologi masyarakat dan budaya.

“Selama 7 bulan sejak pandemi covid-19, keikutsertaan Polres Probolinggo Kota mendampingi berdirinya hingga penguatan KTS bersama Pemkot Probolinggo dan Kodim 0820 Probolinggo, serta 29 kelurahan di 5 kecamatan akhirnya membuahkan hasil,” katanya.

Prestasi ini didapatkan dengan tidak mudah karena persaingan sangat ketat. Dari 514 kabupaten/kota peserta mengerucut tinggal menjadi 183 kabupaten/kota. 

Selanjutnya 183 inovasi ini diseleksi kembali tinggal menyisakan 60 inovasi murni dari pemerintah daerah. 

Dari sebanyak itu kemudian ditetapkan 30 inovasi terbaik berbagai kategori. Yaitu kategori Smart Economy, Smart Goverment, Smart Branding, Smart Society, Smart Living dan Smart Mention. Dalam masing-masing kategori ada lima nominator. 

Populasi penelitiannya sendiri berdasarkan interest based sub-region pada kata kunci “COVID” dan “Inovasi” sebagai Proxy, atas citizen awareness pada issue COVID-19. Sekaligus sebagai proxy atas digital readiness masyarakat serta 100 kabupaten/kota G100SCN & 63 kabupaten/kota Pemenang Lomba Tatanan New Normal sebagai variabel kontrol. (J-1)

BERITA TERKAIT