07 October 2020, 17:11 WIB

Antisipasi Bencana, Pemkab Karanganyar Tingkatkan Kewaspadaan


Widjajadi | Nusantara

TINGGINYA resiko bencana alam pada musim hujan membuat Bupati Karanganyar, Jawa Tengah Juliyatmono memeriksa langsung kesiapan petugas dan peralatan kebencanaan untuk operasional di lapangan.

"Ada 14 kecamatan dari 17 kecamatan di wilayah Kabupaten Karanganyar yang memiliki kerawanan bencana yang tinggi saat berlangsung musim hujan. Karena itu seluruh peralatan harus berfungsi maksimal. Seluruh petugas serta relawan kebencanaan harus mulai bersiap diri," tegas  Juliyatmono usai apel kesiapsiagaan bencana di Mapolres Karanganyar, Rabu (7/10).

Dalam apel itu, yang terlibat adalah unsur Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD), dan relawan kebencanaan. Semua peralatan berat dan ringan untuk penanggulangan kebencanaan ikut di bariskan di lapangan. Bahkan pasukan anjing pelacak untuk kebencanaan juga disiagakan.

"Mengantisipasi bencana musim hujan, seluruh personil dan relawan harus bersiap diri, dan peralatan juga mesti berfungsi maksimal," kata dia.

Juliyatmono menambahkan, dari 14 wilayah kecamatan yang rawan bencana banjir longsor dan juga angin ribut di antaranya Jatiyoso, Jumapolo, Jenawi Ngargoyoso, Tawangmangu, Karangpandan, Gondangrejo, Kerjo, Tasikmadu, dan Kebakkramat. Semua perlu pemantauan atau patroli saat hujan yang berlangsung sedang.

Lebih jauh Juliyatmono menegaskan seluruh personel BPBD dan instansi siap bergerak sewaktu waktu saat bencana datang. "Kami pastikan siap, karena BPBD dan relawan keseharian bergelut dengan alam. Kita juga siapkan dana penanggulangan bencana Rp2,5 miliar," katanya.

Di sisi lain, Kapolres Karangantar AKB Leganek Mawardi mengatakan, untuk kesiapan pencarian korban bencana alam, Polres Karanganyar siapkan tim anjing pelacak K-9. "Ya mengantisipasi korban tertimbun longsor," kata Leganek. (R-1)

BERITA TERKAIT