07 October 2020, 17:08 WIB

Kementan Dorong Sulsel Kembangkan Kacang Hijau


mediaindonesia.com | Ekonomi

Kementerian Pertanian  (Kementan)sejak tahun lalu  mulai mendorong produksi kacang hijau dengan memberikan perhatian lebih melalui pemberian bantuan. Yaitu berupa perbaikan varietas benih dan pupuk. 

Budidaya kacang hijau akhir-akhir ini memberikan keuntungan yang cukup menjanjikan untuk para petani. Karena produksi kacang hijau dalam negeri ternyata telah diminati negara tetangga.

Sulawesi Selatan merupakan salah satu sentra produksi kacang hijau di luar Jawa, dengan produksi per tahun sebesar 24.347 ton. Sulsel mereka mampu memenuhi kebutuhan kacang hijau sendiri. Sebagai bahan pembuatan sayuran, kue, roti, kecambah serta makanan ringan lainnya. Kacang hijau adalah salah satu hasil pertanian yang sangat dicari di Sulsel.

Produktivitas kacang hijau di Sulawesi Selatan kini lebih tinggi 17,64% dibanding rata-rata nasional. Kabupaten Gowa, Wajo, Jeneponto, Takalar, Pangkep, dan Bone merupakan daerah sentra produksi kacang hijau di Sulawesi Selatan. Harga jual petani pun meningkat dibanding tahun lalu.

Pengembangan kacang hijau di Sulawesi Selatan ini mendapat dukungan dari pemerintah pusat.Yakni berupa benih serta pupuk hayati untuk lahan seluas 1.000 ha yang dialokasikan di 9 Kabupaten. Realisasi tanam kegiatan tersebut sudah dimulai sejak Mei lalu, yang dimulai dari Kabupaten Pangkep kemudian Takalar.

“Hasil panen tahun ini sangat memuaskan. Tahun lalu dari 1 ha lahan kami panen sekitar 1,5 ton. Namun tahun ini hasil panen mencapai 1,8 ton. Kacang Hijau kami juga mudah dijualnya dengan harga Rp15.000 per kg. Setelah panen langsung diangkut pedagang setempat,” ujar Imran, seorang anggota Poktan Lalotengae di Desa Bone, Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkep.

Pertanaman pada kegiatan kacang tanah di Sulawesi Selatan sedikit mengalami kemunduran dari jadwal tanam sebelumnya. Hal ini karena dampak wabah Covid-19 yang mengakibatkan terhambatnya pengiriman sarana bantuan yang dibutuhkan. 

 “Walau terdampak wabah Covid-19, Sulsel tetap giat melaksanakan pertanaman kacang hijau, semangat petani di sini tidak pernah surut," tutur Rahayu Dwikora, Kasubdit Aneka Lain, Direktorat Akabi.

Amirudin Pohan, Direktur Aneka Kacang dan Umbi mengatakan, kacang hijau merupakan komoditas tanaman pangan yang sangat gampang dibudidayakan. Kurun waktu dua bulan, kacang hijau bisa langsung panen dan juga bisa sebagai tanaman sela yang dapat tumbuh optimal pada saat musim kering.

“Saya ingin petani tergerak mulai tanam kacang hijau. Banyak kelebihannya, mudah cara pertanaman dan harganya pun bagus,” bebernya. “Apalagi dengan ada permintaan eksport ke beberapa negara seharusnya para petani semakin bergairah," imbuhnya.

Lebih lanjut Amir menjelaskan bahwa pada saat musim kemarau lahan bisa dimanfaatkan untuk pertanaman kacang hijau. "Umurnya kan sekitar 60 hari panen. Jadi tak perlu menunggu lama sudah bisa langsung menghasilkan,” tuturnya.

Sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Pemerintah pusat akan tetap mengawal dan memonitor kegiatan pertanian di seluruh Indonesia. Dengan harapan agar petani terus produktif dengan hasil optimal dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. 

Di tempat terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menyebutkan bahwa tantangan mendasar usaha budidaya kacang hijau petani adalah produktivitas yang belum maksimal. Salah satunya disebabkan karena kurangnya penggunaan benih unggul bersertifikat serta penerapan teknologi yang belum optimal.  

“Banyak petani yang menggunakan benih kacang hijau asal-asalan, tidak bersertifikat dan tanpa jaminan mutu benih, sehingga hasilnya belum maksimal,” ujarnya.

Kementan saat ini mendorong kacang hijau tidak hanya cukup untuk kebutuhan dalam negeri saja. Namun juga memperluas skala ekspornya. Karena terbukti permintaan kacang hijau Indonesia dari luar negeri tak pernah berhenti.

Peluang permintaan kacang hijau dari luar negeri menjadi tantangan untuk terus menghasilkan inovasi varietas kacang hijau unggulan. Saat ini, negara tujuan eskpor untuk kacang hijau mulai bertambah seperti Filipina, Tiongkok, Taiwan, Hongkong, Vietnam, Singapura, Timor Leste. Dan kini Mesir sudah mulai tertarik pada kacang hijau yang dihasilkan dari lahan pertanian di Indonesia. 

Ekspor kacang hijau pada Agustus tahun 2020 meningkat tajam dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Tercatat bulan Agustus ekspor sebesar 7.600 ton dengan nilai Rp120 miliar, di mana total dari Januari-Agustus 2020 tercatat sebesar 10.788 ton dengan nilai Rp181 miliar. Angka ini diyakini akan terus meningkat dan bulan September seperti tahun-tahun sebelumnya juga akan ada peningkatan angka ekspor. (RO/OL-10)

BERITA TERKAIT