07 October 2020, 16:59 WIB

Ada 2 Fraksi di DPR yang tidak Terbuka Soal Covid-19


Putra Ananda | Politik dan Hukum

SEKJEN DPR Indra Iskandar menyebut ada 2 fraksi di parlemen yang memilih untuk tidak terbuka terkait status kesehatan anggota mereka yang terpapar covid-19. Diketahui sebelumnya terdapat 18 anggota DPR yang terkonfirmasi telah terpapar covid-19.

"Ada 2 fraksi yang tidak mau melaporkan. Jadi kita tulisnya nol di fraksi tersebut," ungkap Indra di Jakarta, Rabu (7/10/2020).

Baca juga: Ribuan Buruh Karawang Desak UU Ciptaker Dibatalkan

Namun, Indra tidak ingin mengungkap 2 fraksi yang tidak terbuka mengenai kesehatan anggotanya terkait covid-19. Menurutnya, hal tersebut merupakan hak fraksi masing-masing.

"Saya tidak bisa sebut fraksi apa. Karena kan tidak boleh umumkan," ujarnya.

Indra juga menyebut jumlah anggota DPR yang terpapar covid-19 lebih dari 18 orang. Hal itu dikarenakan ada beberapa anggota DPR yang memilih untuk tidak mengungkapkan status kesehatan mereka ke publik.

"18 anggota ini jumlah minimal. Karena ada beberapa anggota yang menyampaikan secara pribadi ke saya langsung. Positif swab tapi tidak mau diinformasikan. Yang seperti itu tidak termasuk di 18 anggota ini," ungkapnya.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, tercatat terdapat 40 orang yang positif covid-19. Dari 40 orang tersebut, 18 di antaranya ialah anggota DPR sementara sisanya berasal dari pekerja yang sehari-hari bekerja di gedung DPR seperti tenaga ahli, staf ahli, cleaning service, hingga pegawai.

Baca juga: Tiga Nakes Idap Covid-19, Layanan Puskesmas Bojongpicung Dibatasi

"40 ini sudah digabung dengan TA, staff, pegawai, serta cleaning service yang kami bisa tracing segera terbuka," paparnya.

Meski terkonfirmasi terdapat klaster positif covid-19 di Gedung DPR, Indra menjelaskan DPR tidak akan melakukan lockdown. DPR memilih untuk melakukan penyemprotan disinfektan secara menyeluruh di ruang kerja dan ruang rapat yang kebetulan kosong karena bertetapan dengan jadwal reses anggota DPR. Itulah yang jadi salah satu alasan DPR mempercepat reses dalam periode sidang saat ini.

"Di masa reses ini kita ingin melakukan disinfektan mensterilkan ruang-ruang kerja," paparnya. (Uta/A-3)

BERITA TERKAIT