07 October 2020, 16:55 WIB

Pemkot Palembang Fasilitasi Pemasangan Pemancar Wifi


Dwi Apriani | Nusantara

PEMERINTAH Kota Palembang, Sumatera Sekatan memastikan kegiatan belajar dengan sistem daring di wilayahnya akan lebih mudah. Hal itu lantaran Pemkot Palembang memfasilitasi pemasangan pemancar wifi di sejumlah titik di 18 kecamatan di kota tersebut.

Wali Kota Palembang Harnojoyo mengatakan sebanyak 60 pemancar yang dipasang tersebar di 18 kecamatan sehingga akan memudahkan proses Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) siswa selama pandemi Covid-19.

"Mudah-mudahan tidak ada lagi siswa yang keluhkan biaya kuota untuk PJJ. Kita tak tahu kapan pandemi ini akan berakhir, jadi diantisipasi dengan pemancar wifi ini, " kata Harnojoyo, Rabu (7/10).

Agar jaringan wifi dapat dinikmati seluruh siswa di Palembang, Pemkot Palembang akan menambah pemacar wifi menjadi 400 unit pada 2021. Jumlah
sekolah di Palembang ada 309 sekolah, yang terdiri dari 60 SMP dan 249 SD. Sementara untuk pembiayaan dan anggaran yang digunakan adalah dari Dana BOS.

"Awalnya kami pasang 60 pemancar, tapi rupanya itu kurang, jadi sampai tahun depan target terpasang 400 pemcanar wifi. Radius jangkauan wifi ini 100-200 meter, game dan hal-hal yang negatif kami kunci. Jadi siswa hanya bisa menggunakannya untuk belajar. target 2021 tuntas untuk 309 sekolah yakni 60 SMP dan 249 SD," jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang Ahmad Zulinto menerangkan, mekanisme penggunaan wifi oleh siswa dapat dilakukan dengan memasukkan nomor induk siswa. Sementara untuk pengajar menggunakan NIP dan NOPTK.

"Ada password, kalau untuk siswa bisa pakai nomor induknya. Kalau guru PNS NIP, non ASN pakai NOPTK. Wifi 24 jam selalu kami buka," katanya.

Menurutnya, pembiayaan untuk pemasangan wifi bukan berasal dari APBD Kota Palembang melainkan Dana Bos, yang jika dihitung 400 titik pemancar wifi terpasang, akan menghabiskan dana Bos sebanyak Rp6 miliar hingga Rp7 miliar.

"Sesuai petunjuk Kemendikbud ini boleh pakai dana BOS. Daripada satu siswa diberi Subsidi Rp100 ribu kemudian habis lagi, lebih baik dipakai untuk pasang wifi jadi bisa dinikmati terus oleh anak didik kita," tegasnya. (R-1)

BERITA TERKAIT