07 October 2020, 15:12 WIB

TGPF Insiden Intan Jaya Tiba di Papua


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

TIM Gabungan Pencari Fakta atau TGPF kasus penembakan di Intan Jaya telah tiba di Papua, Rabu (7/10) pagi. Tim yang dibentuk oleh Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD ini langsung mengumpulkan data.

Tim ini dibagi menjadi dua rombongan, pertama tiba di bandara Mozes Kilangin Timika, lokasi paling dekat dengan lokasi kejadian, Intan Jaya. Rombongan kedua tiba di Jayapura dalam waktu yang hampir bersamaan.

TGPF yang dipimpin Benny Mamoto dan beranggotakan unsur tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh kampus ini langsung bekerja. Mereka melakukan pertemuan dan wawancara dengan para saksi dan sejumlah tokoh netral yang sudah diagendakan sebelumnya.

"TGPF Intan Jaya ini akan bekerja semaksimal mungkin untuk membuat terang kasus ini, supaya bisa memberikan laporan dan rekomendasi yang tepat kepada pemerintah. Kami menjamin obyektivitas tim yang beranggotakan berbagai unsur masyarakat," kata Ketua TGPF Benny Mamoto dalam keterangan resmi, Rabu (7/10).

Baca juga: TGPF Intan Jaya Harus Profesional

Menurut dia, seluruh kerja yang dilakukan TGPF mendasarkan pada protokol kesehatan. Tim akan bekerja selama dua pekan sejak diberikan mandat pada 1 Oktober.

Tim ini diisi kalangan tokoh agama yakni Pendeta Henok Bagau, warga asli Intan Jaya, terdapat juga unsur akademisi, Rektor Universitas Cendrawasih Apolo Safanpo dan ahli hukum Universitas Udayana I Dewa Gede Palguna. Dari unsur pemerintah ada Deputi Bidang Polhukam Kantor Staf Presiden Jaleswari Pramodhawardani dan sejumlah tokoh kredibel lainnya.

Tim ini bertugas mengungkap insiden yang terjadi di Intan Jaya yang menewaskan empat orang yakni dua anggota TNI, pendeta dan seorang warga sipil.(OL-5)

BERITA TERKAIT