07 October 2020, 14:31 WIB

Klaster Baru di Jateng Sumbang Kasus Korona 80%


Akhmad Safuan | Nusantara

ANGKA kasus covid-19 Jawa Tengah kembali naik tembus 24.560 dari sebelumnya 24.165. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyebut peningkatan korona di provinsi ini karena munculnya klaster baru di beberapa daerah yang mencapai 80%.

Hingga pukul 13.00 WIB, Rabu (7/10), Dinas Kesehatan Jawa Tengah mencatat angka positif korona mencapai 24.560 kasus yakni 4.102 orang masih menjalani perawatan, 18.393 orang sembuh, dan 2.065 orang meninggal. Berbanding hari sebelumnya, angka covid-19 Jawa Tengah itu mengalami peningkatan.

Pada Selasa (6/10) tercatat 24.165 kasus positif covid-19 yakni 3.999 orang dirawat, 18.120 sembuh, dan 2.046 meninggal. Angka ini juga naik dibandingkan hari sebelumnya yakni 23.825 kasus yang terdiri dari 4.005 orang dirawat, 17.784 sembuh, dan 2.036 meninggal.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut peningkatan kasus covid-19 yang terjadi di provinsi ini karena munculnya klaster baru di beberapa daerah, seperti pondok pesantren (ponpes) di Banyumas, Kebumen, Cilacap, dan terbaru Semarang. Selain ponpes, ungkap Ganjar, klaster lain seperti perkantoran, sekolah, dan terbanyak yaitu rumah tangga juga menyumbang angka covid-19 di Jawa Tengah.

"Sumbangan jumlah kasus covid-19 dari klaster tersebut capai 80% dari total penambahannya," tambahnya.

Dalam rangka menuntaskan kasus covid-19 tersebut, ujar Ganjar Pranowo, saat ini pihaknya terus menggenjot penyelesaian  di klaster-klaster baru tersebut. Caranya, mereka menggandeng instansi dan komunitas untuk terus memberikan pendampingan dan edukasi.

"Saat ini Wagub Jateng Gus Yasin terus berkeliling ke pondok-pondok untuk memberikan edukasi dan penguatan penyelesaian covid-19 di klaster itu," kata Ganjar. (OL-14)

BERITA TERKAIT