07 October 2020, 13:50 WIB

Diakuisisi Bangkok Bank, Permata Bank Mulai Proses Integrasi


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) mendukung kebijakan konsolidasi perbankan di Indonesia. Seperti, integrasi Permata Bank dengan Bangkok Bank Cabang Indonesia.

Diketahui, Bangkok Bank telah mengakuisisi 89,12% kepemilikan saham atas Permata Bank, yang diselesaikan pada 20 Mei 2020.

"Integrasi ini menandai tonggak baru bagi kami untuk terus berkembang. Diharapkan bisa menjadi salah satu pemain terkuat di industri perbankan Indonesia," ujar Direktur Utama Permata Bank Ridha Wirakusumah dalam keterangan resmi, Rabu (7/10).

Baca juga: Akuisisi Permata Bank oleh Bangkok Bank Sesuai Prosedur

Dengan jaringan Bangkok Bank yang luas di pasar Asia, pihaknya optimistis integrasi ini memberikan nilai tambah yang signifikan bagi nasabah Permata Bank.

"Kami juga menantikan untuk mempelajari praktek Bangkok Bank dalam membangun hubungan baik dengan para nasabah, yang berjalan selama bertahun-tahun," imbuh Ridha.

Presiden Bangkok Bank dan Komisaris Utama Permata Bank Chartsiri Sophonpanich berencana menggabungkan Bangkok Bank Indonesia dengan Permata Bank dalam satu tim.

"Kami memiliki kapabilitas untuk mendukung pertumbuhan nasabah. Kemitraan strategis ini tidak hanya baik untuk Bangkok Bank dan PermataBank, namun juga mendukung perekonomian Indonesia," tutur Chartsiri.

Baca juga: LPS: Kepercayaan Masyarakat Terhadap Perbankan Masih Tinggi

Bangkok Bank dikatakannya segera memiliki akses lebih dari 300 cabang Permata Bank. Termasuk, layanan perbankan ritel, syariah dan perbankan digital. Nasabah Permata Bank juga bisa melakukan transaksi perbankan terkait supply chain dan trade, yang menjadi kekuatan Bangkok Bank.

OJK telah memberikan persetujuan prinsip untuk rencana integrasi Permata Bank dengan Bangkok Bank Cabang Indonesia. Integrasi ditargetkan rampung pada Desember 2020.

Bangkok Bank juga berencana mengubah Permata Bank menjadi bank BUKU IV, dengan total modal lebih dari Rp30 triliun dan rasio modal lebih dari 30%.(OL-11)

BERITA TERKAIT