07 October 2020, 13:47 WIB

Mahfud MD Ungkap Kesamaan Indonesia dengan Mesir


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

MENTERI Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD mengatakan Indonesia dan Mesir memiliki kemiripan terkait dengan moderasi Islam (Wasathiyah Islam). Ajaran Islam moderat di Indonesia dikembangkan melalui organisasi masyarakat (Ormas) seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Ada kemiripan tentang kampanye wasathiyah Islam yang juga dikembangkan di Indonesia oleh ormas seperti NU, Muhammadiyah, MUI. Islam jalan tengah atau Islam moderat, yang tidak ekstrem ke kanan dan tidak ekstrim ke kiri,” ujar Mahfud di hadapan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBPP) Republik Arab Mesir untuk Republik Indonesia Ashraf Mohamed Moguib Sultan, di kantor Menko Polhukam, Selasa (6/10) petang.

Ia menambahkan, konsep wasathiyah yang dikembangkan di Mesir, melalui Universitas Al Azhar di Kairo, memberikan kontribusi yang besae bagi pembangunan Islam termasuk di Indonesia. Alumni perguruan tinggi Mesir mengembangkan moderasi Islam di Bumi Nusantara.

“Yang juga dikembangkan konsep wasathiyah di Mesir melalui Al Azhar University, universitas yang usianya sudah lebih dari seribu tahun ada di Kairo. Banyak sekali alumni Al Azhar di Indonesia yang juga mengembangkan konsep itu, seperti Quraish Shihab, Alwi Shihab, Mantan Gubernur NTB Zainul Majdi, mereka mengembangkan konsep wasathiyah Islam di sini,” katanya.

Konsep wasathiyah di Indonesia merupakan teori negara yang membawa Islam ke dalam ideologi Pancasila. "Tidak ekstrem ke kanan tidak ekstrim ke kiri, dan bersifat inklusif, dan negara memberikan perlindungan dan kebebasan kepada pemeluk agama untuk melaksanakan ajaran agamanya secara baik dan sejuk, tanpa bermusuhan antara satu dengan lainnya,” urainya.

Selain membahas mengenai Islam moderat, Mahfud dan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBPP) Republik Arab Mesir untuk Republik Indonesia Ashraf Mohamed Moguib Sultan juga membahas mengenai penanganan terorisme, dan sejumlah kerja sama yang sudah berjalan, seperti dalam bidang pendidikan dan juga juga ekonomi politik dan keamanan. (Cah/OL-09)

BERITA TERKAIT