07 October 2020, 11:35 WIB

Cadangan Devisa Tergerus US$1,8 Miliar


M Iqbal Ramadhan | Ekonomi

BANK  Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2020 mencaai US$135,2 miliar. Posisi ni turun US$1,8 miliar dibandingkan Agustus 2020.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Onny Widjanarko, mengatakan angka tersebut tetap tinggi meskipun menurun dibandingkan dengan posisi akhir Agustus 2020 sebesar US$137,0 miliar.

Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 9,5 bulan impor atau 9,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," kata Onny melalui keterangan tertulisnya, Rabu (7/10).

Onny menyebutkan bahwa penurunan cadangan devisa pada September 2020 antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.

"Ke depan, BI memandang cadangan devisa tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga, seiring dengan berbagai respons kebijakan dalam mendorong pemulihan ekonomi," pungkasnya. (E-1)

BERITA TERKAIT