07 October 2020, 12:45 WIB

Kampanye Paslon di Pilkada Semarang Secara Daring masih Rendah


Akhmad Safuan | Nusantara

KAMPANYE secara vertual dan daring pasangan calon (paslon) kepala daerah di Kabupaten Semarang masih rendah. Paslon masih menggunakan kampanye terbuka melalui pertemuan kangsung dengan pendukungnya. Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha-Basari Sabtu (3/10) menggelar dialog bareng puluhan Relawan Komunikasi Melenial (Rekom) di sebuah rumah makan di wilayah Tuntang, Kabupaten Semarang.

Sebelumnya paslon Bintang Narsasi-Gunawan Wibisono juga mengundang pertemuan dengan puluhan orang termasuk para tokoh agama di sebuah rumah makan di Ungaran, Kabupaten Semarang. Selain pertemuan tersebut, dua paslon yang maju di Pilkada Semarang ini juga menggelar pertemuan lain untuk menyampaikan program dan mencari dukungan yang hampir terjadi setiap hari dengan tempat yang berbeda-beda.

baca juga: Polda Jambi Deteksi Kampanye Negatif di Pilkada Jambi

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Semarang M Talkhis mengatakan memasuki hari kesepuluh pelaksanaan kampanye paslon di pilkada ini, penggunaan sarana daring seperti medsos maupun vertual masih rendah.

Meskipun Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) telah meniadakan kampanye tatap muka dan model kampanye harus dilaksanakan secara daring melalui media sosial, fakta di lapangan, paslon masih tetap berkampanye terbuka.

"Berdasarkan pantauan dan pengawasan Tim Patroli Medsos Traffic Bawaslu Kabupaten Semarang, kampanye pada medsos baik melalui Facebook, Instagram maupun Twitter masih rendah," kata Talkhis, Rabu (7/10).

Pada masa pilkada ini Bawaslu Kabupaten Semarang telah menangani sedikitnya lima kasus dugaan pelanggaran pilkada dari setiap tahapan yang ada. 

"Unsur pelanggaran masih dikaji," imbuhnya. (OL-3)

BERITA TERKAIT