07 October 2020, 11:05 WIB

18 Anggota DPR Positif Covid-19, Gedung DPR Harus Ditutup


Hilda Julaika | Megapolitan

TERDAPAT 18 anggota DPR RI yang terpapar virus covid-19. Meski ada anggota dewan yang terpapar covid-19, masih banyak orang berkegiatan di sana. Termasuk sidang  pengesahan UU Cipta Kerja. Menanggapi ini Gubernur Anies Baswedan mengatakan harus ada penutupan gedung atau lokasi tempat ke-18 anggota DPR RI ini bekerja. Adapun penutupan dilakukan selama 3 hari.

"Ketentuannya bahwa ketika ada kasus positif, maka di tempat itu kegiatan harus dihentikan selama 3 hari. Itu ketentuan yang harus dilaksanakan," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (7/10).

Anies menjelaskan penutupan yang dimaksud tidak berarti seluruh komplek DPR RI harud ditutup. Melainkan hanya lokasi tertentu tempat para anggota DPR RI ini bekerja.

"Jadi tidak ditutup seluruh komplek, tapi yang ditutup di gedung-gedung di mana di situ ditemukan orang yang positif. Jadi gedung tempat orang bekerja positif, di situ yang ditutup. Kalau tidak (ditemukan yang positif), ya tidak (ditutup gedungnya)," jelas Anies.

baca juga: Denda Pelanggaran PSBB Capai Rp4,74 Miliar

Anies belum mengetahui persis gedung mana yang menjadi tempat bekerja 18 anggota DPR positif covid-19 ini. Meski begitu, penutupan gedung wajib dilakukan.

"Kurang tahu tapi ada 18 anggota Dewan yang konfirmasi positif. Ya makanya gedung tempat mereka bekerja itu yang harus ditutup. Bukan seluruh kompleknya," pungkasnya. (OL-3)


 

BERITA TERKAIT