07 October 2020, 10:32 WIB

Trump Sebut Orang Amerika Sedang Belajar Hidup Bersama Covid-19


Faustinus Nua | Internasional

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump saat kembali ke Gedung Putih dengan mencopot masker mendapat kritikan banyak pihak. Kepulangan Trump ke Gedung Putih untuk melanjutkan perawatan lanjutan akibat positif korona. Trump pun menentang kritikan itu dan menyebutkan bahwa rakyat AS saat ini tengah belajar hidup dengan covid-19.

"Banyak orang setiap tahun, terkadang lebih dari 100.000, dan meskipun ada vaksin meninggal karena flu. Apakah kita akan menutup negara kita? Tidak, kita telah belajar untuk hidup dengannya, seperti kita belajar untuk hidup dengan Covid, di kebanyakan populasi jauh lebih mematikan !!!" tulis Trump di akun Twitternya, Selasa (6/10).

Trump, yang kembali pada Senin malam setelah hampir empat hari di Walter Reed Medical Center di luar Washington, dijadwalkan menerima transfusi kelima dari obat antiviral remdesivir saat dirawat dengan steroid deksametason. Biasanya obat itu hanya digunakan pada kasus yang paling parah.

"Jangan biarkan itu mendominasi Anda. Jangan takut," kata Trump dalam video setelah dia kembali pada Senin malam.

"Saya lebih baik, dan mungkin saya kebal, saya tidak tahu," tambahnya.

Sementara itu, dokter Gedung Putih, Dr Sean P Conley, menekankan bahwa Trump akan mendapatkan perawatan medis kelas dunia yang tersedia di Gedung Putih sepanjang waktu. Tujuannya untuk menekan risiko kesehatan presiden dan meminimalisir penyebaran virus di Gedung Putih.

baca juga: Gedung Putih Tolak Pedoman FDA 

Trump saat menjalani perawatan di Walter Reed sempat keluar rumah sakit dan berkeliling naik mobil untuk menyapa pendukungnya. Bahkan, dalam debat presiden, Trump telah dikritik atas penanganan pandemi di negara itu.

"Saya terkejut ketika dia mengatakan Covid tidak boleh ditakuti," kata William Schaffner, seorang profesor kedokteran pencegahan dan penyakit menular di Vanderbilt University Medical Center di Nashville.

"Ini adalah penyakit yang menewaskan sekitar seribu orang setiap hari, merusak perekonomian, membuat orang kehilangan pekerjaan. Ini adalah virus yang harus dihormati sekaligus ditakuti."

"Ini adalah kegagalan kepemimpinan yang tragis," cuit Senator Demokrat Chris Coons. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT