07 October 2020, 10:10 WIB

Bawaslu Temukan 237 Pelanggaran Protokol Kesehatan


Indriyani Astuti | Politik dan Hukum

BADAN Pengawas Pemilu (Bawaslu) menemukan 237 dugaan pelanggaran protokol kesehatan. Hal itu disampaikan Anggota Bawaslu Koordinator Divisi Hukum, Humas, Data dan Informasi pada Selasa (6/10) malam.

Fritz menjelaskan dugaan pelanggaran terhadap protokol kesehatan didapatkan dari hasil pengawasan Bawaslu selama 10 hari kampanye terbuka calon kepala daerah untuk pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020. Dalam kampanye terbuka mulai 26 September itu, terdapat 9.189 kegiatan kampanye dengan metode tatap muka (pertemuan terbatas).

"Dalam pengawasannya terhadap ribuan kampanye itu, Bawaslu menemukan 237 dugaan pelanggaran protokol kesehatan di 59 kabupaten/kota," ujarnya.

Baca juga : BTN Hormati Proses Hukum Gratifikasi Mantan Dirutnya

Selain soal protokol kesehatan, Bawaslu juga menemukan beberapa dugaan pelanggaran lain, yaitu 17 kasus dugaan pelanggaran di media sosial, 8 kasus dugaan politik uang, dan 9 kasus dugaan penyalahgunaan fasilitas pemerintah. Adapun dugaan pelanggaran di media sosial berbentuk di antaranya, 

Aparatur Sipil Negara (ASN) dan/atau kepala desa ikut berkampanye, kampanye di akun media sosial yang tidak didaftarkan di KPU, penyebaran konten hoaks, dan konten berbayar (sponsor). Tehadap dugaan pelanggaran tersebut, imbuh Fritz, Bawaslu telah menindaklanjutinya sesuai dengan prosedur terhadap bentuk pelanggaran.

"Di antaranya adalah, penyampaian surat peringatan, pembubaran kegiatan kampanye dengan melibatkan kepolisian dan Satuan Tugas Pamong Praja (Satpol PP) serta menyampaikan ke kepolisian jika ada dugaan tindak pidana," tukasnya. (P-5)

BERITA TERKAIT