07 October 2020, 09:35 WIB

Kaca dibuat dari Kayu, Kok Bisa?


Galih Agus Saputra | Weekend

 

Sebuah tim gabungan dari University of Maryland dan University of Colorado, Amerika Serikat kini tengah berupaya mencari alternatif untuk menggantikan kaca, sebagai bagian dari usaha untuk mengatasi emisi karbon dan pemanasan global. Dalam upaya tersebut, mereka telah berhasil menciptakan kaca yang terbuat dari kayu.

Inovasi tersebut dikembangkan dari kayu yang berasal dari pohon balsa. Ia adalah endemik yang dapat ditemui di Amerika Selatan atau Tengah. Kaca yang dihasilkan dari kayu balsa diklaim lima kali lebih ramah lingkungan dan efisien ketimbang kaca konvensional.

Sekelompok ilmuwan itu mengolah kayu balsa dalam bak oksidasi agar dapat memutihkan seluruh permukaan kayu. Tidak seperti kaca pada umumnya, kayu transparan ini diperkirakan lebih tahan benturan dan tidak akan pecah ketika rusak melainkan hanya bengkok.

"Jendela di bangunan tempat tinggal pada dasarnya telah menyumbang hilangnya energi sebesar 10-25% karena kemampuan manajemen termal yang buruk. Menjelajahi bahan jendela yang ramah energi sangat diperlukan untuk mengatasi pemanasan dan dampak global dari perubahan iklim yang terkait dengan peningkatan emisi karbon," tutur para peneliti dalam keterangan tertulis, seperti dilansir Dailymail, Selasa, (6/10).

Tim memilih kayu balsa karena pertumbuhannya tergolong cepat dan memiliki kemampuannya menyerap cahaya. Studi ini berhasil karena sebelumnya tim telah melakukan penelitian yang berfokus pada anatomi di tingkat mikroskopis. Mereka sebelumnya juga pernah membuat inovasi serupa, namun baru kali ini hasil akhir yang diperoleh benar-benar tembus pandang atau transparan.

Proses pembenaman kayu dalam larutan pemutih dilakukan para peneliti menggunakan polimer sintetis yang disebut sebagai polivinil alkohol (PVA). Uji coba itu berlangsung di sebuah ruangan yang memiliki suhu normal.

"Kemudian untuk mendapatkan transmisi optik dan kejernihan tertinggi, kami menginfiltrasi kayu dengan PVA, yang selama ini banyak digunakan dalam komposit karena merupakan polimer ramah lingkungan yang menampilkan transparansi optik," imbuh mereka. (DailyMail/M-2) 

 

BERITA TERKAIT