07 October 2020, 05:55 WIB

Dokter Tolak Permenkes 24/2020


(Ata/H-2) | Humaniora

PENGURUS Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan puluhan organisasi profesi kedokteran menolak Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2020 tentang Pelayanan Radiologi Klinik ditinjau ulang karena berpotensi mengganggu layanan 16 bidang medis.

Salah satu pasal yang dikritisi ialah pemeriksaan ultrasonografi (USG) yang tidak bisa lagi dilakukan dokter kandungan.

Permenkes 24/2020 menyatakan hanya dokter spesialis radiologi yang berhak memberikan pelayanan USG.

Selain itu, penilaian pembuluh darah jantung untuk pasien penyempitan pembuluh darah tidak bisa lagi dilakukan dokter jantung.

“Akan terjadi kekacauan dalam pelayanan kesehatan yang dampaknya pada masyarakat luas berupa keterlambatan dan menurunnya kualitas pelayanan,”
ucap Ketua Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia David S Perdanakusuma, Senin (5/10).

Ia khawatir itu akan mengakibatkan peningkatan angka kesakitan dan kematian pasien, termasuk kematian ibu dan anak.

Menurut David, masyarakat yang paling akan merasakan dampak dari permenkes ini karena layanan yang semestinya dijalankan 25 ribu dokter spesialis dari 15 bidang medis dan juga dokter umum itu kini hanya akan dilayani sekitar 1.578 radiolog.

“Dampak ini juga akan berkelanjutan pada pendidikan kedokteran baik spesialis maupun dokter,” tuturnya.

Ia menyebutkan setidaknya 8.935 peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) akan terdampak. Terbitnya Permenkes 24/2020 itu juga berpotensi gesekan antarsejawat dokter.

“Maka dengan segala hormat, kami mohon kepada Bapak Menteri untuk meninjau ulang Permenkes 24/2020,” tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada jawaban dari Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto atas penolakan 40 organisasi dokter itu. (Ata/H-2)

BERITA TERKAIT