07 October 2020, 03:25 WIB

Angka Kesembuhan Meningkat Setiap Hari


Palce Amalo | Nusantara

ANGKA kesembuhan pasien covid-19 di beberapa daerah terus bertambah setiap harinya. Kendati demikian, masyarakat diingatkan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan saat melaksanakan aktivitas harian.

Laporan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nusa Tenggara Timur (NTT) kemarin, misalnya, pasien sembuh bertambah lagi 14 orang sehingga menjadi 333 orang atau 71,30% dari 467 kasus. Sebelumnya pasien sembuh tercatat 319 orang atau 68,6% dari 465 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan NTT Messe Ataupah menyebutkan angka kesembuhan pasien korona bertambah dalam satu pekan terakhir. Disampaikan, pada 3 Oktober pasien sembuh tercatat 21 orang, kemudian pada 4 Oktober pasien sembuh bertambah lagi 13 orang.

Menurutnya, pasien sembuh terbanyak di Kabupaten Ende, dari 106 positif covid-19 yang dirawat, 105 dinyatakan sembuh. Selanjutnya dari 61 kasus di Manggarai Barat, 55 orang sembuh dan 6 orang masih dirawat.

Pasien covid-19 di NTT secara keseluruhan yang masih dirawat sebanyak 127 orang dan meninggal tujuh orang. Pasien yang dirawat tersebar di 16 kabupaten dan kota dengan jumlah terbanyak di Kota Kupang sebanyak 39 orang, Flores Timur 23, dan Sumba Barat 20.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT Marius Jelamu mengingatkan masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan. Pasalnya penyebaran virus korona di NTT saat ini tidak hanya melalui pelaku perjalanan dan transmisi lokal, tetapi sudah sampai ke klaster keluarga.

Dari Kota Bandar Lampung, dinas kesehatan setempat menyebutkan tingkat kesembuhan pasien positif covid-19 di saat ini mencapai 70% dari total kasus terkonfirmasi positif sebanyak 372 orang.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung Edwin Rusli, kemarin, sisanya 87 orang masih dirawat dan isolasi mandiri baik di kediaman masing-masing maupun di rumah sakit rujukan. "Untuk kasus kematian, di kota ini mencapai 20 orang," ujarnya.

Banyaknya kasus positif covid-19 diketahui beberapa waktu terakhir disebabkan perluasan penelusuran yang dilakukan Pemkot Bandar Lampung. Menurut Edwin, dengan banyaknya hasil penelusuran, penambahan pasien juga akan semakin banyak. Namun, pada akhirnya hal itu dapat memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Bandar Lampung. (PO/Ant/H-1)

BERITA TERKAIT