07 October 2020, 05:05 WIB

Operasi Katarak Perlu Diintensifkan


(H-2) | Humaniora

HARI Penglihatan Sedunia akan diperingati pada 11 Oktober mendatang. Pancaindra yang satu ini amat penting karena gangguan terhadapnya sangat memengaruhi kualitas hidup.

Saat ini terdapat 8 juta orang mengalami gangguan penglihatan, dengan 1,6 juta menderita kebutaan dan 6,4 juta menderita gangguan penglihatan sedang dan berat di Indonesia.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr Achmad Yurianto menyebut katarak merupakan penyebab tertinggi kebutaan, sekitar 81% kasusnya di Indonesia.

“Diperkirakan, ada sekitar 1,3 juta penduduk Indonesia yang buta karena katarak,” ujarnya dalam webinar bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami), kemarin.

Hal itu diketahui dari hasil survei Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) oleh Perdami dan Balitbangkes Kementerian Kesehatan di 15 provinsi, yakni Sumatra Barat, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Bali, NTT, NTB, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua.

Perwakilan Perdani, dr Aldiana Halim yang juga Wakil Ketua Komite Mata Nasional (Komatnas), menyatakan saat ini katarak tidak bisa lagi dilihat sebagai kasus yang biasa saja mengingat kasusnya semakin banyak. Karena itu, ia menekankan agar pemangku kebijakan pusat dan daerah untuk dapat mengintensifkan operasi katarak

 “Permasalahan ini penting untuk diperhatikan oleh semua pihak,” ucapnya. Ia mengingatkan, gangguan penglihatan tidak hanya berdampak secara fi sik, tetapi juga sangat memengaruhi kondisi kejiwaan penderitanya.

Bahkan, imbuhnya, kebutaan dapat meningkatkan risiko kematian dini serta menjadi faktor risiko dalam memengaruhi sejumlah penyakit kronis.(H-2)

BERITA TERKAIT