07 October 2020, 02:20 WIB

Mampu Berbagi di Tengah Pandemi


(AS/PT/AD/N-2) | Fokus

ADIB Budiono seorang nakhoda. Namun, itu bukan dalam arti harfiah sebagai kapten di sebuah kapal.

Kapal yang dipimpin Adib bernama Yayasan Sahabat Difa. Organisasi itu didirikan di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Anggotanya sebanyak 60-an orang, semuanya penyandang disabilitas.

Pandemi membuat sejumlah anggota yang bekerja di bidang mebel terdampak. Mereka dirumahkan karena ekspor furnitur dan penjualan dalam negeri macet.

Yayasan pun menampung mereka. Setelah terpilih sebagai ketua, Adib sudah menggerakkan para anggotanya untuk menekuni sejumlah usaha kelas UMKM. Usaha mikro, kecil, dan menengah itu diarahkan untuk memproduksi makanan dan minuman dan kerajinan. Di masa pandemi, mereka membuat cairan pencuci tangan, sabun, dan masker.

Kejelian memilih jenis produksi membuat usaha bersama ini maju. Mereka memproduksi aneka sirup herbal seperti sirup jahe merah, sirup jahe, kunir asem, beras kencur, temu lawak, gula asem, dan kacang hijau. Di masa pandemi, minuman itu banyak dicari dan laris di pasaran.

Usaha lain ialah membuat masker kain, scuba hingga hijab, hand sanitizer, hand soap, pencuci piring, dan deterjen cair.

"Kami membuat sanitizer yang berbeda dengan produk pabrikan, yakni menggunakan bahan-bahan alami dan tidak berefek samping seperti jahe, lidah buaya, dan serai," papar Adib.

Usaha pun berkembang. Nyaris tidak ada warga disabilitas yang menganggur di Jepara, termasuk di masa pandemi. "Kami juga bisa menyisihkan hasil usaha untuk kaum duafa yang mengalami kesulitan ekonomi di masa pandemi," sambung pria berusia 38 tahun itu.

Kini, mereka juga rutin menyantuni anak-anak yatim di Jepara meski jumlahnya tidak banyak. "Prinsipnya, selain berusaha, kami juga harus berbagi untuk warga lain yang membutuhkan."

Nasib warga disabilitas di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, juga jadi perhatian LSM Cis Timor. "Kami mendampingi kelompok rentan ini untuk dapat mengakses pekerjaan, membangun dan mengembangkan bisnis," kata pegiat Cis Timor, Kici Jacob.

Di Tasikmalaya, Jawa Barat, pemberdayaan warga disabilitas dilakukan Kementerian Sosial dengan cara menggelar pelatihan membaca huruf braile. Pesertanya penyandang disabilitas yang bekerja di sentra kerajinan industri dan perdagangan. (AS/PT/AD/N-2)

BERITA TERKAIT