07 October 2020, 00:36 WIB

Kuliah Online Jadi Solusi Tingkatkan APK Perguruan Tinggi


Ghani Nurcahyadi | Humaniora

SAAT ini Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi di Indonesia masih berada di angka 34%, jauh di bawah Malaysia yakni hampir 50% dan Singapura yakni 78%. Pembelajaran online dinilai jadi salah satu cara untuk meningkatkan APK perguruan tinggi di Indonesia karena bisa diakses dari mana saja, dan dengan biaya yang terjangkau. 

Untuk mendukung misi pemerintah dalam meningkatkan Angka Partisipasi Kasar perguruan tinggi, sejumlah perguruan tinggi sudah menjalankan perkuliahan blended learning dengan metode belajar gabungan online dan tatap muka.

Kini, Indonesia pun memiliki kampus swasta pertama yang berbasis online yakni Universitas Siber Asia (UNSIA). Universitas yang juga dipimpin oleh Rektor asing pertama di Indonesia ini membuka 5 prodi unggulan diantaranya S1 Akuntansi, S1 Informatika, S1 Komunikasi, S1 Manajemen dan S1 Sistem Informasi. 

Perkuliahan di UNSIA memungkinkan mahasiswa mengakses materi belajar secara online dari mana saja, kapan saja, dengan pilihan jurusan yang banyak dibutuhkan industri. Karena itu, kuliah secara online sangat cocok bagi siswa SMA/sederajat yang baru lulus dan ingin kuliah serta mendapatkan banyak kesempatan untuk magang atau pekerja yang ingin kuliah sambil bekerja.

Rektor UNSIA Jang Youn Cho mengatakan, dengan perkuliahan online, mahasiswa juga mendapatkan manfaat lain yakni biaya kuliah yang jauh lebih terjangkau dibanding biaya kuliah reguler biasa. 

Baca juga : UI Kembali jadi Universitas Terbaik Dunia

“Dengan menerapkan sistem dan standar mutu Universitas di Korea Selatan dan Amerika Serikat, UNSIA diharapkan bisa memberikan kesempatan bagi angkatan muda di Indonesia untuk mengakses pendidikan tinggi yang berkualitas tanpa terhalang jarak dan waktu," katanya dalam keterangan tertulis.

UNSIA juga bekerjasama dengan berbagai asosiasi industri seperti Korean SMEs Association dan Korean Garment Manufacturer Association untuk memastikan kurikulum pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini. 

UNSIA juga menggandeng platform teknologi pendidikan Pintaria mendukung perkuliahan online yang dilakukan UNSIA. Platform yang juga merupakan mitra resmi pemerintah dalam program Kartu Prakerja ini telah berdiri sejak 2018 dan telah merekrut ratusan ribu siswa untuk para mitranya, baik mitra perguruan tinggi maupun lembaga pelatihan. 

Jika sebelumnya Pintaria lebih banyak bekerja sama dengan mitra kampus yang menyelenggarakan kuliah blended learning di Jabodetabek dan Bandung, kini siapapun dari kota manapun bisa mendaftarkan diri sebagai mahasiswa kuliah online di UNSIA dengan biaya terjangkau, yakni Rp3 juta per semester, dan dapat dicicil. 

"Melalui perkuliahan online di UNSIA, tidak ada alasan untuk lulusan SMA/sederajat untuk tidak melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, apalagi dengan biaya yang terjangkau dan kualitas yang ditawarkan UNSIA yang berorientasi global," tulis Pintaria dalam keterangannya. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT