07 October 2020, 00:13 WIB

Perlu Solusi Efektif Pecahkan Masalah Pendidikan di Tengah Pandemi


Syarief Oebaidillah | Humaniora

YAYASAN Kitong Bisa bersama Kementerian BUMN kembali menggelar Webinar BUMN Seri Ke-4 dengan mengusung tema “Solusi Efektif Pendidikan Nasional Era Pandemi Covid-19”, pada Selasa (6/10).

Acara tersebut menghadirkan pembicara inti, Mendikbud Nadiem Makarim, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Staf khusus presiden Billy Mambrasar, Wakil Ketua Komisi X DPRI RI Hetifah Sjaifudian, Senior Officer Dana Kemitraan PT. Freeport Indonesia Lita Karubaba, dan CEO & Direktur Nasional Wahana Visi Indonesia Doseba T. Sinay .

“Pendidikan harus tetap berjalan karena hal tersebut menjadi kunci pembangunan, yang mencakup kecerdasan dan pembangunan karakter. Maka dari itu, perlu ubah mindset baru tata kelola sekolah, ubah orientasi kerja generasi muda dan ubah cara dan budaya kerja masyarakat dengan cara yang luar biasa,” ujar Ganjar.

Ganjar Pranowo telah membuka 7 sekolah di Jawa Tengah yang dijadikan uji coba secara bertahap dengan melakukan pembelajaran tanpa sekat dengan menanamkan protokol kesehatan yang ketat. Hal tersebut menjadi strategi inovatif dan kebijakan terobosan untuk afirmasi anak usia sekolah dapat mengenyam pendidikan yang efektif.

“Karena hasil pembelajaran tanpa sekat hasilnya cukup baik, maka saya melanjutkan simulasi tatap muka pada Oktober mendatang, dengan jumlah yang mengikuti simulasi belajar tatap muka juga akan ditambah melalui pertimbangan status zonasi,” ungkapnya.

Dari hasil cukup baik tersebut, melahirkan hasil kajian dan analisis yang menyatakan bahwa presentase pendapat siswa terhadap proses pembelajaran tatap muka terhadap keefektifan pembelajaran sebesar 70,5%, pengalaman belajar baru sebesar 98,8%, siswa dalam keadaan sehat sebesar 95,0% serta kepatuhan terhadap protokol kesehatan sebesar 95%.

“Permasalahan yang terjadi sekarang bukan hanya menjadi wadah kritik habis-habisan, tetapi juga harus membangun solusi. Manusia memiliki sifat bertahan hidup dalam keadaan apapun, tentu didalamnya pasti ada sifat positif dan keinginan untuk terus membangun kembali sektor yang telah jatuh karena pandemi,” tambah Ganjar.

Baca juga : UI Kembali jadi Universitas Terbaik Dunia

Staf Khusus Presiden sekaligus Duta SDGs Billy Mambrasar mengungkapkan, Ganjar merupakan pemimpin ideal yang dapat menjadi magnet seluruh kalangan masyarakat untuk terus berpikir solutif dan transformatif. Billy menambahkan, meskipun uji coba pembelajaran tanpa sekat banyak protes dari masyarakat dengan segala kerendahan hatinya, Ganjar dapat membuktikan bahwa setiap masalah memiliki kebijakan solusi yang efektif.

“Pak Ganjar merupakan pemimpin hebat. Saya pernah menghadiri acara di Semarang dan juga turut menghadiri Pak Ganjar, pesertanya sebanyak 1.500 milenial dan semuanya membawa produk UMKM masing-masing,” ucap Billy menyapa Ganjar.

Pemuda asli Papua yang tengah studi di Universitas Harvard ini mengemukakan pendapatnya mengenai pendidikan di Indonesia yang telah mengalami perkembangan pesat. Selain itu, Indonesia juga mengalami bonus demografik penduduk usia produktif yang mayoritas berasal dari milenial.

Perkembangan signifikan ini meliputi Human Development Index (HDI) Indonesia, ukuran ekonomi, tingkat penetrasi internet tertinggi hingga tercepat di dunia dan bonus demografi.

Dalam upaya mendorong Indonesia menjadi negara maju, masyarakat harus fokus pada pragmatisme untuk berkolaborasi membentuk inovasi. Beberapa hal tersebut diantaranya fokus pada ke usia kerja agar bisa tersera ke dunia kerja, agar tidak terjadi penumpukan pengangguran.

“Covid-19 memang membuat kendala yang sama di semua negara yaitu bidang pendidikan. Melihat hal ini Presiden Jokowi mengatakan pembangunan SDM dengan kerja keras, dinamis, dan terampil, serta meguasai pengetahuan teknologi akan menjadi fokus prioritas bagi negara kita,” pungkas Billy.(OL-7)

BERITA TERKAIT