07 October 2020, 01:00 WIB

Trio Pemburu Virus Menangi Nobel Kedokteran 2020


(Wan/Ant/H-1) | Humaniora

DUA warga Amerika Serikat dan satu dari Inggris memenangi Penghargaan Nobel Kedokteran 2020 karena telah mengidentifikasi virus hepatitis C dalam pekerjaan beberapa dekade yang telah membantu membatasi penyebaran penyakit mematikan itu dan mengembangkan obat antivirus untuk menyembuhkannya.

Dengan penemuan ilmuwan Harvey Alter, Charles Rice, dan warga Inggris Michael Houghton berarti adanya peluang untuk memberantas virus hepatitis C, sebuah tujuan yang ingin dicapai Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam satu dekade ke depan. Ketiganya berbagi penghargaan senilai 10 juta kron Swedia (US$1,1 juta) atas penemuan yang membuktikan bahwa sebuah virus yang ditularkan melalui darah dapat menyebabkan hepatitis C, yang menimpa lebih dari 70 juta orang dan menyebabkan sekitar 400 ribu kematian setiap tahun.

"Ini adalah berita yang sangat besar, tidak diragukan lagi akan menghidupkan kembali upaya untuk menghilangkan hepatitis C sebagai ancaman global pada 2030," kata Gregory Dore, Kepala Program Penelitian Klinis Viral Hepatitis di Kirby Institute di Sydney, Australia.

"Nominasi untuk penghargaan tahun ini mendahului penyebaran global pandemi virus korona jenis baru, tetapi pilihan pemenang-pemenang mengakui pentingnya mengidentifikasi virus sebagai langkah pertama dalam memenangi peperangan melawan penyakit baru," kata Sekjen Majelis Nobel Thomas Perlmann.

Ini adalah Penghargaan Nobel Kedokteran kedua yang dianugerahkan kepada penelitian hepatitis setelah Baruch Blumberg menang pada 1976 untuk penemuan bahwa salah satu bentuk hepatitis yang ditularkan melalui darah disebabkan oleh virus yang kemudian dikenal sebagai hepatitis B. (Wan/Ant/H-1)

BERITA TERKAIT