07 October 2020, 00:20 WIB

Gotong Royong Bangkitkan Pengusaha Kecil


(PO/PS/CS/N-1) | Fokus

PANDEMI covid-19 membawa berkah bagi banyak orang yang gigih berusaha. Pemerintah, badan usaha milik negara dan daerah, bahkan bank serta pihak swasta tak segan-segan mengucurkan dana untuk mengangkat pengusaha kecil yang terpuruk.

Bank Indonesia Perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT), misalnya, menggandeng Bank Pembangunan Daerah NTT menyalurkan modal untuk 23 UMKM yang terdampak covid-19. UMKM yang menerima bantuan modal antara lain sektor peternakan, pertanian, dan kerajinan tenun ikat.

Beberapa UMKM itu menerima bantuan setelah mengikuti Expo Kreatif Anak Negeri pada September 2020. Sekda NTT Benediktus Polomaing mengatakan penyaluran modal untuk membangkitkan pengusaha kecil yang terpuruk akibat pandemi covid-19.

PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 Cabang Tanjungpinang juga menyalurkan dana program kemitraan 2020 sebesar Rp275 juta kepada lima pelaku UMKM.

Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh General Manager Pelindo 1 Tanjungpinang Yusrizal di Kantor Pelindo 1 Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Kamis (1/10). "Bantuan pinjaman modal yang diberikan kepada UMKM ini diharapkan dapat menjadi stimulus untuk mengembangkan usaha, terutama di masa pandemi agar bisa bertahan," cetus Yusrizal.

Pupuk Kujang juga mendorong UMKM mitra dan binaan agar tetap bertahan dengan inovasi pemasaran melalui media sosial. Salah satunya, Sambinah, 45, yang selalu sibuk dengan gawainya.

Ia terus mengunggah hasil kerajinan berbahan eceng gondok yang dianyam menjadi furnitur indah seperti kursi, meja, tempat lampu, pot, hingga tas dan bodybag ke akun Facebook-nya, Sambinah_ina.

Dengan bahasa asing yang terbatas, Sambinah mencoba menawarkan buah tangannya ke sejumlah grup mancanegara. Alhasil, kerajinannya dilirik mitra di Malaysia, Jepang, Maroko, Ekuador, Kolombia, dan Meksiko.

"Saya belajar bahasa melalui terjemahan Google. Mitra di luar negeri tertarik menjadi distributor bahkan sudah membayar uang muka. Saya terkendala pengiriman karena situasi pandemi. Tapi mitra saya itu terus menyemangati untuk memproduksi tas pesanannya," ungkap dia kepada Media Indonesia, Jumat (2/9). (PO/PS/CS/N-1)

BERITA TERKAIT