06 October 2020, 22:24 WIB

Staf Gedung Putih Khawatir Trump Datang saat Positif Covid-19


Marcheilla Ariesta | Internasional

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memutuskan untuk keluar dari rumah sakit militer Walter Reed walaupun masih dinyatakan positif virus korona (covid-19). Keputusan Trump ini menimbulkan kekhawatiran bagi para staf Gedung Putih.

Saat ini Gedung Putih dinilai sebagai klaster baru covid-19 di Amerika Serikat. Selain Presiden, Ibu Negara Melania Trump dan beberapa pejabat serta staf Gedung Putih lainnya juga terinfeksi.

Yang terakhir diketahui terinfeksi adalah Kayleigh McEnany. Dia merupakan juru bicara Gedung Putih yang kerap melakukan jumpa pers dengan awak media dan tidak mengenakan masker.

Sang Presiden sendiri, Donald Trump, masih sangat berpotensi menularkan virus. Apalagi, begitu tiba di Gedung Putih dari rumah sakit, ia langsung melepas masker saat difoto fotografer.

Juru Bicara Gedung Putih, Judd Deere mengatakan Gedung Putih 'mengambil setiap tindakan pencegahan yang diperlukan' untuk melindungi tak hanya keluarga utama, tapi juga 'setiap anggota staf di sana', sesuai dengan pedoman dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

Baca juga : Lebih dari 3,8 Juta Warga AS Telah Menentukan Pilihan Presidennya

Dilansir dari CNN, Deere menambahkan akses fisik ke presiden akan sangat dibatasi. Ia mengatakan mereka yang berada di dekat presiden akan dibekali perlengkapan pelindung.

Kekhawatiran para staf terjadi sejak awal pandemi, saat banyak orang di Gedung Putih terinfeksi covid-19. Kekhawatiran mereka bertambah begitu Presiden dinyatakan positif terinfeksi virus tersebut.

Pasalnya, saat dirawat di rumah sakit, Trump membawa asistennya untuk merekam video dan memotret aktivitasnya selama ia dirawat. Juru bicara kampanye Trump, Hoga Gidley menuturkan kekhawatiran tidak perlu terjadi.

"Menurut mereka, bagaimana dia (Trump) akan pergi? Apakah seseorang akan memberinya kunci (mobil) Buick dan membiarkannya pulang sendiri? Mereka selalu ada di sekitarnya karena itulah tugas mereka," kata Gidley kepada Fox News.

Juru bicara Ibu Negara, Stephanie Grisham mengatakan, semua tindakan pencegahan telah diambil untuk memastikan kesehatan dan keselamatan staf kediaman, tapi ia menolak menjelaskan secara spesifik.  (OL-2)

 

BERITA TERKAIT