06 October 2020, 21:35 WIB

Kontribusi Sektor Pertanian pada Ekonomi Capai 16,24%


M. Ilhan Ramadhan Avisena | Ekonomi

PRESIDEN Joko Widodo memerintahkan jajarannya untuk mendorong agar memberikan stimulus kepada petani dan nelayan untuk memberikan dampak yang lebih besar pada perekonomian nasional. Presiden bilang pertumbuhan sektor pertanian secara tahunan mencapai 16,24%.

Oleh karenanya, dukungan kepada petani dan nelayan diperlukan untuk mengungkit kontribusinya pada perekonomian nasional. Pembentukkan korporasi bagi petani dan nelayan menjadi salah satu instruksi yang diberikan Jokowi, sapaan karib orang nomor satu di Indonesia itu.

“Bapak Presiden menyampaikan bahwa yang ingin dibangun adalah budaya korporasi, yaitu pola pikir dimana standar korporasi ini dipakai oleh pemerintah. Kalau di swasta bisa maka pemerintah juga harus bisa membimbing petani dan nelayan untuk melakukan itu,” ujar Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulisnya, Selasa (6/10).

Merujuk dari data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pertanian terus mengalami pertumbuhan selama dua triwulan berturut-turut meski pandemi covid-19 merebak di Tanah Air. Tercatat pada triwulan I 2020 kala perekonomian Indonesia tumbuh di angka 2,97%, sektor pertanian tumbuh 0,02%, atau melambat bila dibandingkan pertumbuhan pada triwulan I 2019 yang mencapai 1,82%.

Akan tetapi kontribusi pertumbuhan sektor pertanian pada perekonomian nasional kala itu menyentuh 12,84%, lebih tinggi dibanding kontribusinya pada periode yang sama di 2019 sebesar 12,65%.

Baca juga : Kejar Target Produksi Akhir Tahun, Mentan Panen Sekaligus Tanam

Pertumbuhan positif dan melambat pada sektor pertanian di triwulan I 2020 disebabkan karena tumbuh minusnya tanaman pangan sebesar 10,31%. Itu disebabkan karena cuaca ekstrem yang terjadi di pembuka tahun dan adanya pergeseran musim panen padi.

Hal lain yang memengaruhi pertumbuhan sektor pertanian ialah tumbuh positifnya tanaman perkebunan mencapai 3,97%, lebih baik dibanding catatan triwulan I 2020 yang tumbuh minus 1,23%.

Kemudian pada triwulam II 2020, sektor pertanian mampu tumbuh positif di angka 2,19%, lebih rendah dibanding capaian pertumbuhan di periode sama tahun 2019 yang mencapai 5,33%. Kendati demikian, kontribusinya pada pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 15,46%. Di triwulan II 2020, perekonomian Indonesia tumbuh minus 5,32%.

Pertumbuhan sektor pertanian itu didorong oleh pergeseran musim tanam yang mengakibatkan puncak panen pada triwulan II 2020. Itu terlihat dari pertumbuhan tanaman pangan yang mencapai 9,23%, jauh lebih baik dibanding capaian triwulan sebelumnya di tahun yang sama. (OL-7)

BERITA TERKAIT