06 October 2020, 19:40 WIB

Pemkab Sleman Belum Izinkan Sekolah Tatap Muka


Agus Utantoro | Nusantara

DINAS Pendidikan Kabupaten Sleman masing melarang sekolah mulai dari jenjang PAUD, TK/RA hingga SD dan SMP menggelar pendidikan klasikal tatap muka. Hal ini karena wabah korona belum separuhnya hilang dari wilayah Sleman.

Selain itu, pemkab juga melarang guru melakukan pembelajaran di rumah siswa secara berkelompok. Termasuk menggelar les meski bukan dengan siswanya langsung. "Karena ini bentuk lain dari tatap muka," tegas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Ery Widaryana, Selasa (6/10)

Namun, pihaknya membolehkan guru melakukan home visit (kunjungan rumah) untuk siswa yang mengalami kendala belajar secara daring. "Home visit dilakukan di rumah satu siswa dan tidak berkelompok," tegasnya.

Ery menjelaskan yang dimaksud dengan home visit, berbeda dengan tatap muka dan bukan belajar secara berkelompok. "Belajar secara berkelompok, tetap tidak boleh. Karena itu kan tetap berkelompok. Saat ini pembelajaran di Sleman masih daring dan luring. Bagi yang tidak bisa daring, maka siswa belajar secara luring. Siswa atau orangtua mengambil tugas ke sekolah," tegasnya.

Dikatakan, sampai saat ini Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman belum berencana menggelar sekolah tatap muka, meski terus mencari upaya skenario pelaksanaan sekolah tatap muka.

Dinas Pendidikan Kabupatan Sleman, ungkapnya, terus melakukan pemetaan sekolah-sekolah mana yang siap menyelenggarakan sekolah tatap muka. Jika akan membuka tatap muka, katanya, sekolah juga diminta menyiapkan fasilitas pendukung dan penerapan protokol kesehatan baik berupa sarana-prasarana cuci tangan, jaga jarak antar kursi siswa dan lainnya.

"Kalau dilakukan tatap muka, ya tidak bisa langsung seperti normal. Dilakukan secara bertahap. Sampel dulu, sekolah yang sudah siap tatap muka, tetapi juga terbatas. Setelah dilakukan evaluasi, frekuensi tatap muka ditambah, kemudian ditambah lagi, sampai nanti bisa menyelenggarakan tatap muka," ujarnya.

Secara terpisah, Bupati Slema Sri Purnomo meminta para guru untuk terus meningkatkan efektivitas belajar secara daring. ia mengakui pelaksanaan sekolah daring memang kurang efektif. "Banyak kami lihat, siswa belajarnya masih kurang baik. Masih banyak waktu untuk bermain-main," katanya. (OL-13)

Baca Juga: Kanada Hentikan Ekspor Drone, Turki Protes

BERITA TERKAIT