06 October 2020, 19:15 WIB

Ponpes di Temanggung Diminta Batasi Kegiatan


Tosiani | Nusantara

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Temanggung, Jawa Tengah menginstruksikan seluruh pondok pesantren (ponpes) di wilayah itu dan membatasi kegiatan santri agar tidak menerima tamu dari luar wilayah dulu selama pandemik.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Temanggung, Gotri Wijiyanto mengatakan, kebijakan ini dikeluarkan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Kebijakan ini diambil menyusul terjadinya lonjakan kasus terkonfirmasi positif korona dari wilayah Kecamatan Parakan dalam sepekan terakhir.

"Kepada seluruh pengurus atau pengelola ponpes agar tidak menerima tamu dari luar wilayah dulu. Juga kami instruksikan agar seluruh santri dibatasi kegiatannya, terutama kegiatan di luar ponpes,"cetus Gotri, Selasa (6/10.

Adanya pembatasan tersebut, menurut Gotri, untuk mencegah timbulnya klaster baru korona dari kalangan ponpes. Ia berharap lingkungan ponpes lebih bersih, sehingga dapat mencegah penyebaran virus korona. "Harapannya, ponpes bisa bersih dan dapat menjaga dari penularan wabah korona,"ujar Gotri.

Berdasarkan pendataan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Temanggung per 5 Oktober 2020, tercatat total jumlah terkonfirmasi positif korona sudah mencapai 474 orang. Terdiri dari 365 orang dinyatakan sembuh, 23 meninggal, dan terkonfirmasi saat ini ada 86 orang.

Dikatakan, untuk yang terkonfirmasi, sebanyak 75 orang tanpa gejala sehingga harus dikarantina. Serta 11 orang dengan gejala sehingga harus dirawat di rumah sakit. Selain itu, terdapat total 2.249 orang suspek korona terdiri dari 2.159 sembuh, 60 meninggal, enam probable, dan 24 orang suspek saat ini.

"Pemda Temanggung telah menyiapkan dua lokasi karantina untuk pasien korona, yakni di BLK Maron dan Gedung Pemuda. Bagi masyarakat yang lingkungannya tidak memungkinkan untuk karantina mandiri, bisa melakukan karantina di kabupaten,"kata Gotri. (R-1)

 

BERITA TERKAIT