06 October 2020, 17:50 WIB

Warga NTT Diminta Mewaspadai Banjir dan Tanah Longsor


Palce Amalo | Nusantara

MASYARAKAT Nusa Tenggara Timur (NTT) diminta mewaspadai bencana banjir dan tanah longsor menyusul hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mulai turun di sejumlah kabupaten, Selasa (6/10).

Sesuai laporan BMKG Stasiun El Tari Kupang, kabupaten yang diguyur hujan Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara hingga Belu. Hujan turun sejak pukul 15.40 Wita dan masih berlangsung sampai pukul 17.00 Wita. Namun tidak ada laporan kejadian bencana di wilayah tersebut.

Adapun potensi hujan masih terjadi pada Rabu (7/10) siang hingga sore di delapan kabupaten yakni  Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara,  Malaka, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Ngada, Manggarai Barat dan Manggarai.

Sedangkan pada Rabu (7/10) malam, potensi hujan ringan di Flores Timur hingga Lembata. Kendati hujan mulai turun, BMKG tetap mengeluarkan peringatan potensi kebakaran lahan dan hutan menyusul suhu udara di sejumlah daerah masih tinggi yakni mencapai 34 derajat celcius.

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir angin kencang mengguyur wilayah Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara hingga Belu. Hujan turun sejak pukul 15.40 Wita dan masih berlangsung sampai pukul 17.00 Wita.

Kepala Stasiun Klimatologi Lasiana Kupang, Apolinaris Geru mengatakan hujan yang mengguyur sejumlah daerah tersebut bukan menandakan wilayah NTT telah memasuki musim hujan. "Ini masih pancaroba," katanya.

Menurutnya sebagian besar wilayah NTT mulai adanya pertumbuhan awan, dan wilayah lainnya mulai turun hujan hujan secara sporadis. "Hujan belum merata karena masih dalam pancaroba," ujarnya. (R-1)

BERITA TERKAIT