06 October 2020, 17:05 WIB

Mengenang Lagi Karya Kenzo Takada


MI Weekend | Weekend

PENDIRI rumah mode ternama asal Jepang, Kenzo Takada, telah bepulang pada Minggu (04/10) pada usia 81 tahun akibat komplikasi yang terkait dengan virus corona. Penghormatan terakhir mengalir dari seluruh dunia untuk Kenzo Takada yang meninggal di sebuah rumah sakit di Paris.
;
Meski telah menjual label Kenzo ke LVMH pada 1993 dan mundur sebagai desainernya pada 1999, karya-karya desainer kelahiran Himeji itu tetap menjadi ikon labelnya. Diantaranya, adalah gambar kepala macan dan siluet baju tenda.

Dilansir dari bbc.com pada Senin (05/10) desain Kenzo Takada juga terkenal karena grafiknya yang cerah, terinspirasi dari hutan, serta penggunaan warna yang elektrik. Keunikan desain itulah yang membawa Kenzo menjadi desainer Jepang pertama yang menonjol di kancah mode Paris. Anak dari pemilik hotel ini pertama belajar desain di Bunka Fashion College di Tokyo dan kemudian bisa pergi ke Paris dengan memanfaatkan uang ganti penggusuran apartemennya oleh pemerintah Jepang demi kepentingan pembangunan infrastruktur untuk Olimpiade 1964.

Pada awalnya Kenzo menjual sketsa ke rumah mode, kemudian memutuskan untuk membuat rumah mode sendiri dengan toko kecil bernama Jungle Jap. Semasa hidupnya, Kenzo sedikitnya membuat 8000 desain.

“Saya sendiri yang mendekorasi toko dengan sedikit uang. Salah satu lukisan pertama yang saya lihat di Paris dan saya jatuh cinta adalah lukisan hutan…dan itulah inspirasi untuk toko tersebut,” ujar Kenzo kepada surat kabar South China Morning Post dalam salah satu wawancara media terakhirnya. 

Dilansir dari ABC News pada Senin (05/10), koleksi pertama Kenzo di tokonya hampir keseluruhan terbuat dari kapas karena hanya memiliki sedikit uang. Tak lama kemudian, perintis dari bentuk bahu, lubang lengan besar, dungarees (overall dari bahan denim), baju gaun tenda, bentuk bahu inovatif, dan tokonya ditampilkan dalam majalah Vogue Amerika Serikat.

Dilansir dari Forbes pada Senin (05/10), Takada mendeskripsikan gaya awalnya sebagai pola bunga, kimono, dan tekstil serta menggambarkan kehadiran alam yang kuat dalam seni Jepang. Seiring perkembangannya, Kenzo meluncurkan koleksi pria pada tahun 1983 lalu diikuti oleh lini wewangian atau parfum pada tahun 1988. 

Kontribusi Kenzo Takada terhadap gaya sangat signifikan. KEnzo memperjuangkan estetika muda dan bentuk tidak terstruktur serta menghilangkan ritsleting untuk memancarkan siluet. Ciri khas dari gaya Kenzo adalah lengan lebar yang terinspirasi dari gaya tradisional Asia. 

Kolaksi teranyar label Kenzo yang diperagakan di Paris Fashion Week baru-baru ini juga masih terinspirasi gambar macan sang pendiri. Lewat video yang diunggah dalam akun Instagram resmi brand Kenzo @kenzo, dituliskan dalam keterangan bahwa referensi, ide serta konsep dari koleksi ini seperti listrik, bervariasi, dan kontras. Koleksi ini terdiri dari sebuah setelan baju dengan topi yang memiliki tirai sampai bawah, desain ini menyadari kondisi pandemi saat ini dimana semua orang membutuhkan alat pelindung agar terhindar dari Covid-19. (Yulia Kendriya Putrialvita/M-1)

BERITA TERKAIT