06 October 2020, 16:52 WIB

Penduduk Perkotaan kian Tinggi Bisa Jadi Masalah


Suryani Wandari Putri Pertiwi | Humaniora

SEKITAR 56,7% penduduk Indonesia tinggal di perkotaan pada 2020. Dari angka itu, 39,4% penduduk perkotaan pada 2020 tinggal di daerah kota dan 60,6% tinggal di kawasan perkotaan, seperti bagian daerah kabupaten atau bagian dari dua atau lebih daerah yang berbatasan langsung.

Senior Advisor Urban Regional Development Institute Wahyu Mulyana mengatakan itu dalam webinar bertajuk NOwhere, Everywhere, Selasa (6/10). Jumlah tersebut diperkirakan meningkat hingga 72,9% di tahun 2045 atau menambah 232 juta jiwa.

Wahyu menambahkan, peningkatan penduduk di perkotaan dikaitkan pula dengan kawasan perkotaan baru berupa kawasan permukiman skala besar yang tumbuh dan berkembang di sekitar kota-kota inti. "Misalnya di sekitar Jakarta atAu Jabodetabek dalam beberapa dekade terakhir industri-industri yang dibangun pemerintah atau swasta terus mebesar bahkan mungkn tren ini akan menerus seiring dengan pembangunan jaringan jalan tol," katanya.

Namun, katanya, perkembangan kota baru ini dihadapkan dengan kapasitas pengelolaan perkotaan dan kapasitas pemerintah daerah dalam mengelola prasarana perkotaan sehingga tantangannYa terkait daya dukung pemerintah.

Dari sisi kondisi dan masalah, salah satunya produktivitas ekonomi. Ia mengatakan Indonesia masih belum mengambil manfaat yang sangat besar dari pertambahan penduduk perkotaan.

Saat ini setiap 1% pertumbuhan penduduk perkotaan dapat meningkatkan PDB per kapita sebesar 1,4%. Angka itu sangat jauh jika dibandingkan dengan pertumbuhan penduduk perkotaan di Asia Timur dan Pasifik yang sudah meningkatkan PDB per kapita sebesar 2,7%, bahkan Tiongkok sampai 3%. (OL-14)

BERITA TERKAIT