06 October 2020, 15:58 WIB

Cara DIY Tangani Covid-19 tanpa PSBB


mediaindonesia.com | Nusantara

PEMERINTAH Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menerapkan skema pembatasan kecil pada aspek atau bidang saja (micro lockdown). Artinya, DIY tidak menjalankan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Micro lockdown banyak untungnya. Kita bisa membatasi kemungkinan penyebaran covid-19 tapi tidak membatasi atau mengganggu aktivitas masyarakat, baik sosial maupun ekonomi," jelas Sekretaris Daerah DIY Kadarmanta Baskara Aji dalam siaran pers dari Humas Pemda DIY, Selasa (6/10).

Pemda DIY tidak menerapkan PSBB ke semua sektor karena akan mengganggu dari sisi dan proses ekonomi yang berjalan di masyarakat. "Saat awal pandemi covid-19, desa atau kampung di DIY melakukan pembatasan untuk keluar masuk wilayah masing-masing," terang dia.

Tujuan pembatasan tersebut agar ada pengawasan internal bagi pendatang atau yang keluar dari desa. Pembatasan di beberapa bidang juga diberlakukan, misalnya pendidikan. DIY masih menggunakan skema belajar di rumah untuk sekolah-sekolah dan tidak memberikan kesempatan belajar tatap muka.

"Harapannya dapat menurunkan risiko terpapar covid-19. Ini sudah dilakukan sejak covid-19 ini ada," jelas dia.

Pada bidang pariwisata, bioskop ataupun tempat karaoke tidak dibuka. Tempat-tempat wisata yang belum lengkap protokol kesehatannya, juga masih dilarang untuk dibuka.

Pembatasan berskala kecil akan memberi kesempatan bagi masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan protokol kesehatan dan tetap menjalankan roda ekonomi. Meski demikian, skema micro lockdown, lanjut dia, lebih cocok digunakan di daerah yang penularannya tidak masif dan tidak merata.

Pemda DIY pun memilih memperpanjang masa Tanggap Darurat Bencana (TDB) hingga saat ini. Keputusan tersebut diambil Gubernur DIY berdasar evaluasi yang dilakukan setiap bulan. (AT/OL-14)

BERITA TERKAIT