06 October 2020, 15:10 WIB

Wapres Akui Kualitas Perguruan Tinggi Belum Merata


Emir Chairullah | Politik dan Hukum

WAKIL Presiden Ma’ruf Amin meminta para pendidik mempunyai kompetensi untuk memberikan kemampuan hard skill dan soft skill kepada peserta didiknya. Dengan kombinasi dua kemampuan tersebut, dunia pendidikan di Indonesia diharapkan dapat menghasilkan peserta didik yang kritis, humanis, mampu menghadapi perubahan sosial, kreatif serta mampu melakukan inovasi.

“Manfaatkan dan kembangkan konsep-konsep tersebut dalam merancang proses pendidikan, pelatihan, dan pembelajaran. Saya yakin jika para pendidik kita memiliki semua kompetensi tersebut, maka kita dapat menghasilkan peserta didik yang kritis, humanis, mampu menghadapi perubahan sosial, kreatif serta mampu melakukan inovasi,” katanya saat membuka Focus Group Discussion (FGD) dengan tema ‘Penguatan Peran Lembaga Perguruan Tinggi Kependidikan (LPTK) Dalam Menyiapkan Guru Indonesia’ melalui video call, Selasa (6/10).

Ma’ruf menjelaskan, kedua kemampuan tersebut mutlak dimiliki tenaga pendidik dalam dunia pendidikan kita. Walaupun pengajaran merupakan tugas seluruh anggota masyarakat termasuk keluarga, Wapres menilai para guru merupakan tenaga pendidik yang profesional merupakan tulang punggung kegiatan pendidikan di Indonesia. 

“Karena itu, upaya untuk menghasilkan SDM unggul sebagaimana yang saya gambarkan di atas, juga menjadi tanggungjawab tenaga pendidik. Tenaga pendidik harus memiliki kompetensi yang tinggi untuk dapat mengemban tugas tersebut,” paparnya.

Lebih lanjut Wapres mengungkapkan, dirinya ingin memberikan bobot yang besar pada inovasi dalam dunia pendidikan kita. Pasalnya, faktor inovasi dinilai sebagai hasil akhir dari sebuah proses pendidikan. “Saat ini inovasi menjadi kunci bila kita ingin memenangkan persaingan global,” ungkapnya.

Baca juga : Proses Demokrasi Pengesahan Omnibus Law Ciptaker

Ia mencontohkan bagaimana perusahaan teknologi Apple yang valuasi perusahaan lebih tinggi dari pendapatan domestik sejumlah negara di dunia. Menurut Wapres, Apple mencapai nilai valuasi yang sangat tinggi berkat konsistensinya dalam menerapkan inovasi sebagai sumber daya utama. Ia kemudian membandingkan dengan valuasi perusahaan migas Aramco yang menurun akibat harga minyak yang mengalami penurunan. “Kita dapat menyimpulkan bahwa Inovasi jauh lebih bernilai dibandingkan dengan sumber daya alam lain. Sumber daya alam dapat habis, tetapi inovasi tidak terbatas,” ujarnya.

Namun demikian Wapres mengakui bahwa kualitas lembaga pendidikan antar daerah maupun antar lembaga pendidikan di Indonesia saat ini belum merata. Karena itu dalam menyiapkan Guru Indonesia, Wapres meminta Lembaga Perguruan Tinggi Kependidikan (LPTK) harus mempertimbangkan kondisi riil dunia pendidikan kita. 

“Misalnya masih 10% Guru bukan PNS dan 6,7% Guru PNS yang belum memiliki gelar sarjana (S-1). Selain itu lembaga pendidikan kita antar daerah belum seluruhnya memiliki standar mutu yang sama,” pungkasnya. (Che)

BERITA TERKAIT