06 October 2020, 14:55 WIB

Relawan Jokowi Laporkan Najwa ke Polisi Karena Wawancara Kursi


Rahmatul Fajri | Megapolitan

TIM Relawan Jokowi Bersatu melaporkan presenter kondang Najwa Shihab ke Polda Metro Jaya terkait wawancara kursi kosong Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Ketua Tim Relawan Jokowi Bersatu Silvia Devi Soembarto mengatakan wawancara kursi tersebut melukai hatinya sebagai pembela presiden. Ia mengatakan Terawan merupakan representasi dari Presiden Jokowi. Ketika Terawan diperlakukan seperti itu dan dirundung di dunia maya, Silvia mengatakan hal itu juga menyinggung Presiden Jokowi.

"Kejadian wawancara kursi kosong Najwa Shihab melukai hati kami sebagai pembela presiden, karena Menteri Terawan adalah representasi dari presiden Republik Indonesia Joko Widodo," kata Silvia, ketika ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (6/10).

Ia mengatakan wawancara kursi kosong itu merupakan perundungan di dunia dunia maya terhadap Menteri Terawan. Ia menganggap hal itu tidak boleh dilakukan kepada Menteri Terawan.

"Cyber bullying, karena narasumber tidak hadir kemudian diwawancarai dan dijadikan parodi. Parodi itu tindakan yang tidak boleh dilakukan kepada pejabat negara khususnya menteri," lanjut Silvia.

Silvia mengaku telah berkonsulitasi dengan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya dan saat ini tengah menemui tim Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Ia mengatakan dari koordinasi itu bisa dilihat apakah pengaduan itu bisa diproses atau ditolak.

"Kalau barang bukti kami akan ke Cyber dulu, setelah di Cyber oke, kami akan kembali ke SPKT. Pasal berapa dan diterima atau tidaknya laporan kami akan umumkan kembali," kata Silvia.

Selain melapor ke polisi, pihaknya juga akan mendatangi Dewan Pers untuk mendiskusikan acara Mata Najwa yang menampilkan wawancara kursi kosong itu.

"Dewan pers membuka peluang kami untuk datang dan berdiskusi. Sebenarnya berdiskusi saja dulu, karena kami bukan mau menyerang seseorang, tapi kami hanya ingin perlakuan yang dilakukan Najwa Sihab, di depan ribuan, jutaan rakyat Indonesia tidak berulang dilakukan oleh wartawan lain atau tidak ditiru. Itu saja," kata Silvia. (OL-4)

BERITA TERKAIT