06 October 2020, 15:00 WIB

InaTews Antisipasi Tsunami di Zona Megathrust dalam 20 Menit


Suryani Wandari Putri Pertiwi | Humaniora

ANCAMAN gempa besar yang diiringi tsunami adalah nyata. Karena itu, Indonesia bersama 23 negara lainnya yang menghuni kawasan Samudera Hindia melakukan simulasi dalam menghadapi tsunami lewat Indian Ocean Wave Exercise 2020 (IOWave20), Selasa (6/10) pagi.

Dalam simulasi itu, akan diuji rantai peringatan dini tsunami dan evakuasi seluruh negara rawan tsunami di Samudera Hindia yang dilakukan secara serempak.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan, dalam IOWave 2020 Indonesia juga akan menguji Sistem Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami Indonesia (InaTews) yang dibangun sejak 2008, atau 12 tahun lalu.

"Sistem Peringatan Dini ini dirancang terutama untuk mengantisipasi kejadian gempabumi yang bersumber di zona Megathrust dengan skenario waktu kedatangan tsunami sangat singkat yaitu, dalam waktu 20 menit," kata Dwikorita Karnawati.

Ia menjelaskan, InaTews dilengkapi dengan sistem monitoring yang terdiri dari ratusan jaringan sensor gempabumi yang diperkuat dengan sistem prosesing yang menerapkan Internet of Thinks (IoT), Super Computer dan Artificial Intelliget (AI), dan dilengkapi dengan pemodelan matematis untuk mengestimasi potensi kejadian tsunami, serta sistem diseminasi multimoda yang dapat menyebarluaskan informasi gempabumi dan peringatan dini tsunami secara simultan.

Bahkan, menurutnya pengembangan InaTews ini telah mampu mendeteksi hingga 2-3 menit saja. Ia melanjutkan, untuk menjamin keberhasilan sistem ini dalam mencegah jatuhnya korban jiwa, maka kesiapan pemerintah dan masyarakat setempat dalam merespon peringatan dini tsunami untuk penyelamatan diri di daerah rawan perlu selalu ditingkatkan. (H-2)

BERITA TERKAIT