06 October 2020, 14:35 WIB

IOWave20, Simulasikan Gempa Besar di Selatan Jawa dengan M 9,1


Suryani Wandari Putri Pertiwi | Humaniora

BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan sejumlah institusi terkait lainnya melaksanakan latihan mitigasi India Ocean Wave Exercise 2020 (IOWave20), Selasa (6/10). Pada latihan ini, dilakukan simulasi peringatan dini dan mitigasi bencana untuk skenario gempa besar di Selatan Jawa berkekuatan 9,1.

"Simulasi dilakukan di Pantai Selatan Jawa modeling dari Tsunami Observation and Simulation Terminal (TOAST)," tulis BMKG dalam keterangan resminya.

Simulasi yang dilakukan secara virtual ini diikuti oleh 24 negara di Samidera Hindia dan pemangku kepentingan di dalam negeri, khususnya di daerah rawan bencana mulai dari Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Lampung, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat dan Maluku.

Sebelumnya para peserta harus mengakses link Warning Receiver System New Generation (WRS New Gen) yang mana merupakan peralatan penerima informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami berupa Smart Display di web http://pgt.bmkg.go.id/drill.

"Link ini hanya akan aktif pada waktu pelaksanaan kegiatan IOWave20 hari ini . untuk selanjutnya link tersebut tidak akan aktif menerima infogempa realtime," kata Kepala Sub Bidang Mitigasi Gempa Bumi BMKG Suci Dewi Anugrah menyampaikan.

Selanjutnya para peserta akan mendapatkan peringatan dini dari BMKG terjait nformamsi gempa bumi secara realtime. Seperti misalnya pada skenario ini yang mana pada pukul 10.00 WIB terdapat guncangan kuat hingga ringan i beberapa wilayah, BMKG pun akan memberikan peringatan langsung.

Simulasi juga digunakan untuk mengetahui respon peserta dengan memberikan pertanyaan seperti bagaimana para peserta memaknai informasi peringatan diri dari BMKG dan sebagainya. Hal ini juga dimaksudkan untuk menyiapkan keterlibatan para pihak, tautan komunikasi di daerah terakit Operator 24/7 termasuk kelengkapan alat komunikasi, dan menguji kesiapan stakeholder dalam penerimaan informasi.

"Peringatan dini dari BMKG ada 4 jenis, masing-masing punya isi yang berbeda, salah satu pesan penting dari peringatan penting adalah status ancamannya, awas, siagaga, waspada," kata Suci.

Pada peringatan dini 1 yang akan diterima kurang dari lima menit, terdapat informasi mengenai ada parameter gmempa, daerah daeerah yang terancam dan juga status ancaman.

Pada peringatan 2, akan ada parameter gempa dan estimasi waktu tiba dan tingkat ancaman. Peringatan 3 akan ada informasi hasil observasi muka air laut dan pemuthakiran status ancaman tsunami. "Ini bisa dikeluarkan berkali-kali tergantung bisa mengamati perubahan muka air laut di daerah yang terdampak," kata Suci.

Sedangkan pada peringatan dini 4 akan adanya pernyataan dini tsunami dinyatakan berakhir.

Suci mengatakan dengan simulasi ini, beberapa skate holder bisa mengetahui alurnya dan juga membentuk SOP kesiapannya menerima informasi peringatan tsunami. (H-2)

BERITA TERKAIT