06 October 2020, 11:05 WIB

Populasi Terancam, Setan Tasmania Dipindahkan ke Taman Suaka


Bagus Pradana | Weekend

Untuk pertama kalinya satwa langka endemik Australia, Setan Tasmania atau (Tasmanian Devil) diperkenalkan ke hutan konservasi yang berusia 3000 tahun lebih.

Kelompok konservasi dari Aussie Ark baru-baru ini melepaskan total 26 ekor hewan pengerat itu ke Suaka Marga Satwa di Barrington Tops, Sydney bagian utara.

Setan Tasmania yang dikenal dengan teriakan nyaring dan sifat agresif ini dalam dua dekade terakhir mengalami penyusutan populasi yang luar biasa. Hal itu diperkirakan karena keberadaan Dingo (anjing liar Australia) yang menjadi rival alami mereka di kawasan Pulau Tasmania.

Sebagai upaya menyelamatkan populasi satwa asli kepulauan Tasmania itu, Kelompok konservasi dari Aussie Ark melepasliarkan secara bertahap  26 ekor Setan Tasmania di Suaka Marga Satwa Barrington Tops. Ini merupakan suaka marga satwa terbesar di Australia dengan luas wilayah sekitar 400 hektar untuk membantu menjaga peluang bertahan hidup mereka tetap tinggi.

Pelepasliaran gelombang pertama dilakukan oleh tim konservasi pada bulan Maret lalu, dengan melepasliarkan sekitar 15 ekor Setan Tasmania. Setelah hewan tersebut menunjukkan tanda-tanda perkembangbiakan di lingkungan mereka, baru gelombang kedua, 11 ekor lainnya menyusul pada September ini.

Tasmanian Devil muda yang sehat dipilih dalam pelepasliaran ini dengan harapan agar mereka siap memasuki musim kawin, yang akan dimulai pada Februari mendatang.

"Mereka bebas. Mereka akan ada di luar sana," ujar Tim Faulkner, presiden Aussie Ark, seperti dilansir dari bbc,co.uk, Senin (5/10). 

"Kami punya beberapa cara untuk mengawasi mereka. Tapi pada dasarnya, sekarang terserah pada para Setan Tasmania ini untuk melakukan apa yang mereka suka," imbuhnya.

Rencananya dalam jangka waktu dua tahun ke depan, Aussie Ark berkeinginan melepaskan 40 ekor Tasmanian Devil yang lain sebagai untuk mempertahankan populasi hewan tersebut. (M-4)

BERITA TERKAIT