06 October 2020, 09:35 WIB

Muncul Surat Pembatalan Mogok Nasional, Ini Klarifikasi KSPI


M. Iqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum

TERSEBAR surat pembatalan aksi mogok nasional palsu yang mengatasnamakan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). KSPI sendiri menegaskan bahwa surat pembatalan tersebut palsu. Ketua Departemen Komunikasi dan Media KSPI, Kahar S. Cahyono, mengatakan KSPI bersama serikat buruh lainnya akan tetap menggelar aksi mogok nasional yang akan dilakukan pada tanggal 6, 7, 8 Oktober 2020.

"Kami sampaikan, bahwa surat tersebut adalah hoaks.Tidak benar. Sikap KSPI tidak berubah. Tetap melakukan mogok nasional, sebagai bentuk protes terhadap disahkannya omnibus law Cipta Kerja.," kata Kahar melalui keterangan tertulisnya, Selasa (6/10).

Kahar menilai beredarnya surat palsu tersebut bertujuan melemahkan aksi penolakan omnibus law. Oleh karena itu KSPI meminta masyarakat tidak terpancing dengan isi surat tersebut.

"Menurut KSPI, ini adalah upaya untuk melemahkan aksi penolakan omnibus law. Kami juga menghimbau kepada buruh Indonesia dan elemen masyarakat yang lain untuk mengabaikan surat tersebut," ujar Kahar.

"KSPI mengecap pihak-pihak yang telah memalsukan surat KSPI," tambahnya.

baca juga: UU Cipta Kerja Dorong Perekonomian

Sebelumnya, tersebar surat pembatalan aksi mogok nasional abal-abal. Dalam isi surat tersebut berisikan 3 poin utama yakni pembatalan aksi mogok nasional yang akan dilakukan pada tanggal 6, 7, 8 Oktober 2020. Kedua, mogok aksi nasional yang dilakukan serikat pekerja dinilai tidak sah. Ketiga, membatalkan aksi mogok nasional serta mematuhi ketentuan perundangan yang berlaku. (OL-3)

BERITA TERKAIT