06 October 2020, 06:00 WIB

Meski Kasus Aktif Terbesar, Angka Kesembuhan Pegawai Kemenhub 70%


(Put/Ant/X-7) | Nusantara

KANTOR Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menjadi klaster covid-19 dengan kasus aktif terbanyak di DKI Jakarta.

Berdasarkan data pada laman https://corona.jakarta. go.id/id/data-visualisasi hingga 30 September, Kemenhub masih memiliki 76 kasus konfirmasi positif yang keseluruhannya
kasus aktif.

Kasus aktif adalah kasus positif yang berada dalam pemantauan atau perawatan, baik itu isolasi mandiri maupun perawatan di rumah sakit.

Meski begitu, angka kesembuhan pegawai Kemenhub dari covid-19 juga cukup tinggi, yakni mencapai lebih dari 70%. Klaster lain di Jakarta yang masih menyumbang angka kasus
aktif ialah Asrama Cendrawasih Papua di Jakarta.

Total kasus aktif dari klaster asrama ini berjumlah 60 kasus. Kemudian klaster Kementerian Pertahanan (Kemenhan) yang tercatat memiliki 147 orang terkonfirmasi positif.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 40 orang kasus aktif dan sisanya sudah closed case atau dinyatakan sembuh atau meninggal. Selanjutnya ada klaster Kementerian Pemuda dan
Olahraga (Kemenpora) yang tercatat memiliki total kasus positif sebanyak 65 kasus. Dari angka tersebut sebanyak 18 orang masih kasus aktif.

Klaster penyumbang kasus aktif tinggi juga berasal dari panti asuhan, yakni Panti Laras Harapan Sentosa yang menyumbang 15 kasus aktif.

Klaster pernikahan RW 12 Kelurahan Penggilingan juga tercatat masih menyumbang kasus aktif sebanyak 15 kasus.

Ada juga klaster Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) yang menyumbang 20 kasus positif, dengan 14 di antaranya masih merupakan kasus aktif. Klaster Takziah Duren Sawit juga masih memiliki 14 kasus aktif.

Kemudian berdasarkan data https://corona.jakarta.go.id/ id/data-pemantauan yang diakses pada pukul 11.00 WIB kemarin, DKI masih memiliki 13.134 kasus aktif.

Sebanyak 11.091 orang di antaranya masih melakukan isolasi mandiri. Lalu 2.043 pasien dalam perawatan rumah sakit.

Sementara itu, total kasus positif covid-19 di DKI sebanyak 79.214 kasus. Dari angka itu, pasien yang sembuh di Jakarta sebanyak 64.319 orang, dengan angka kematian berjumlah
1.761 orang. (Put/Ant/X-7)

BERITA TERKAIT