06 October 2020, 04:35 WIB

Tren Balik Arah Terlihat di Kuartal III 2020


(Des/E-2) | Ekonomi

MENTERI Keuangan Sri Mulyani menyebut mulai terlihatnya tren balik arah situasi ekonomi di kuartal III 2020.

Meski masih negatif, situasi terkini sudah mulai membaik jika dibandingkan dengan dua kuartal sebelumnya yang mengalami tekanan cukup dalam.

“Pertumbuhan kuartal I di 3%, kuartal II minus 5,3%, dan kuartal III ini kita prediksi mungkin masih akan negatif, tapi jauh lebih baik daripada kuartal II,” katanya dalam
rapat kerja dengan DPR di Jakarta, kemarin.

Sri Mulyani menjelaskan, pemulihan baik di bidang ekonomi maupun kesehatan membutuhkan stimulus fiskal yang sangat besar hingga menyebabkan defisit APBN
tahun ini diperkirakan sebesar 6,34%.

Stimulus fiskal tersebut juga dilakukan oleh berbagai negara termasuk Inggris, Spanyol, Prancis, dan Jerman, yang mencapai 10% dari PDB sehingga membuat kontraksi
ekonomi mencapai dua digit.

“Dalam konteks ini kita akan mengatakan bahwa seluruh dunia yang mengalami syok yang luar biasa kemudian mereka menggunakan fi skal sebagai countercyclical
dan itu menyebabkan defisit yang cukup besar,” katanya.

Di kesempatran itu ia juga menegaskan pemerintah harus menjaga keseimbangan antara kesehatan dan ekonomi di tengah masa pandemi karena keduanya berimplikasi
terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Ini merupakan sesuatu yang harus kita jaga, keseimbangan antara kesehatan dengan menjaga ekonomi dan mengembalikan kesejahteraan rakyat,” katanya.

Ia menyatakan upaya menyeimbangkan aspek ekonomi dan kesehatan merupakan tugas yang sangat sulit, tapi dapat dicapai jika seluruh elemen bangsa memiliki kepedulian
untuk bekerja sama.

“Masalah covid-19 bukan merupakan masalah keuangan, tapi masalah kesehatan. Ini adalah masalah yang berhubungan dengan kepedulian kepada kita semua,”
ujarnya. (Des/E-2)

 

BERITA TERKAIT