06 October 2020, 04:52 WIB

Kondisi di Papua semakin Menurun


Dhk/P-1 | Politik dan Hukum

BAGAIMANA melihat pembentukan TGPF terkait kasus Intan Jaya ini?

Kami cukup memberikan apresiasi kepada pemerintah yang sudah membentuk tim investigasi untuk kasus penembakan Pendeta Yeremia. Yang menjadi catatan ialah harus dipastikan bahwa tim investigasi ini bekerja secara independen dan imparsial.

Kami mendapat informasi bahwa pihak keluarga diberikan uang duka oleh pihak Bupati. Yang perlu ditekankan, pemberian uang duka atau apa pun itu tidak boleh menghentikan penyelidikan pidana terhadap kasus ini. Kasus ini harus tetap diusut dan diadili di pengadilan secara terbuka dengan memenuhi prinsip peradilan yang adil guna memutus rantai impunitas.

Dari komposisi tim TGPF yang banyak melibatkan unsur pemerintah, polisi dan militer, ada catatan tersendiri?

Kami melihat susunan tim juga banyak sekali dari pemerintah, militer, polisi, BIN, walaupun juga melibatkan beberapa ahli dari gereja yang termasuk masyarakat adat. Penyelidikan menyeluruh dan efektif diperlukan dalam mengungkap pelaku pembunuhan Pendeta Yeremia. Kami juga melihat ada LPSK dalam tim yang tentunya sangat penting agar menjamin perlindungan terhadap korban dan saksi kunci.

Investigasi ini tidak boleh tertutup, harus diberitahukan hasilnya secara terbuka kepada publik terutama keluarga korban. Keluarga korban memiliki hak untuk mengetahui kebenaran, hak atas keadilan, pemulihan, serta tidak terulangnya pelanggaran HAM dari negara. Berdasarkan bukti yang cukup para pelakunya harus diadili di pengadilan pidana.

Pada kasus-kasus sebelumnya, penyelesaiannya kerap mandek. Apa problemnya?

Sebaiknya pemerintah tidak melakukan pendekatan kasus per kasus. Kalau ada kejadian, baru membentuk tim. Seharusnya membentuk suatu mekanisme yang menyeluruh untuk menghentikan pelanggaran HAM yang terus-menerus terjadi di Tanah Papua.

Termasuk salah satunya mungkin melakukan evaluasi jumlah pasukan keamanan, mengubah pendekatan keamanan operasi militer yang hingga saat ini tidak diberitahukan kepada publik apa hasilnya.

Apakah kasus pembunuhan di luar hukum itu trennya meningkat?

Pemantauan sementara yang dilakukan dari Februari 2018 hingga September 2020 setidaknya sudah ada 47 kasus dengan 96 korban jiwa hanya dalam waktu kurun waktu sekitar dua tahun saja. Dari dua tahun terakhir
ini ada 96 korban, itu sudah melebihi dari delapan tahun kami melakukan pemantauan sebelumnya. (Dhk/P-1)

BERITA TERKAIT