06 October 2020, 04:11 WIB

Persi Bantah Ada RS Palsukan Status Pasien


Ata/Fer/H-1 | Politik dan Hukum

PERHIMPUNAN Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) membantah tudingan bahwa terdapat rumah sakit yang memalsukan status pasien covid-19 agar mendapatkan keuntungan finansial.

Menurut Ketua Umum Persi, Kuntjoro Adi Purjanto, pihaknya berkomitmen dan senantiasa mendukung upaya pemerintah dalam penanggulangan pandemi covid-19 dengan memberikan pelayanan kesehatan bagi pasien covid-19 maupun pasien umum yang membutuhkan.

“Dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi pasien covid-19, rumah sakit memegang teguh dan melaksanakan pelayanan kesehatan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah dan pemerintah daerah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan dan pihak berwenang lainnya,” kata Kuntjoro dalam keterangan resmi, kemarin.

Penjelasan ini sekaligus menjawab tudingan yang sempat dilontarkan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko tentang adanya indikasi rumah sakit yang memalsukan data pasien covid-19 yang mereka tangani.

Dalam hal manajemen klinis dan tata laksana jenazah, pihak rumah sakit berpedoman pada aturan yang ditetapkan oleh Kemenkes, terakhir revisi kelima yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019.

Terkait pengajuan klaim pembayaran atas pelayanan pasien covid-19, rumah sakit mematuhi Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/446/2020. Persi menilai adanya isu bahwa rumah sakit memalsukan status pasien covid-19 dapat berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap pelayanan rumah sakit.

Terpisah, Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Slamet Budiarto mengatakan penyebaran covid-19 saat ini semakin sulit ditebak dan mengakibatkan penambahan kasus setiap harinya bersifat fluktuatif. Dia mengaku belum bisa memprediksi kapan puncak kasus covid-19 di Tanah Air. (Ata/Fer/H-1)

BERITA TERKAIT