06 October 2020, 04:04 WIB

Bawaslu Keluarkan 70 Surat Peringatan Tertulis


Ind/Rf/X-10 | Politik dan Hukum

BADAN Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) telah mengeluarkan 70 peringatan tertulis terhadap mereka yang melanggar protokol kesehatan selama sepekan sejak berlangsungnya tahapan kampanye Pilkada 2020. Selain itu, Bawaslu yang dibantu Polri telah membubarkan 48 kampanye yang melanggar protokol kesehatan.

“Sebanyak 70 surat tersebut dikeluarkan oleh Bawaslu daerah di 40 kabupaten/kota yang menyelenggarakan pilkada, sedangkan pembubaran 48 kegiatan kampanye itu terjadi di 27 kabupaten/kota,” ujar anggota Bawaslu Koordinator Divisi Hukum, Humas, Data, dan Informasi Fritz Edward Siregar, kemarin.

Fritz mengatakan peringatan tersebut bukan tanpa konsekuensi. Para calon yang sudah beberapa kali diberikan peringatan dan tetap melakukan pelanggaran akan dipanggil Bawaslu dan pihak kepolisian guna keperluan klarifikasi.

Ia menilai sanksi tersebut akan berpengaruh pada persepsi masyarakat terhadap pasangan calon yang mengabaikan pentingnya protokol kesehatan. “Itu akan sangat memenga ruhi elektabilitas dari pasangan calon.”

Sementara itu, Peneliti Yayasan Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Nurul Amalia Salabi menuturkan sanksi administrasi berupa pembatalan dianggap lebih memberikan efek jera bagi pasangan calon pelanggar protokol kesehatan.

“Kami setuju pembatalan calon bila diberikan teguran berkali-kali (tidak mengindahkan),” tegasnya, kemarin.

Menurut Nurul, jika tidak ada sanksi yang tegas, berpotensi lebih banyak calon kepala daerah terpapar covid-19 yang kemudian membahayakan masyakarakat.

Hingga kemarin, diketahui ada 1 bakal calon kepala daerah, 4 petahana, dan 1 calon kepala daerah yang meninggal akibat terpapar covid-19.

Mereka ialah Muh Din Ma’bud, petahana bupati di Halmahera Timur, Maluku Utara; Kena Ukur Karo Jambi Surbakti, petahana bupati di Karo, Sumatra Utara; Muharram, petahana bupati di Berau, Kalimantan Timur; Fahmi Massiara, petahana bupati di Majene, Sulawesi Barat; Adi Darma, calon Wali Kota Bontang, Kalimantan Timur; dan Ibnu Saleh, petahana Bupati Bangka Tengah di Bangka Belitung.

Calon Wakil Bupati Bangka Tengah Herry Erfian Rosman juga dinyatakan positif covid-19. (Ind/Rf/X-10)

BERITA TERKAIT