06 October 2020, 03:42 WIB

Tingkat Hunian di RSD Wisma Atlet Menurun


Fer/Hld/Ssr/X-10 | Humaniora

JUMLAH pasien di Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, mengalami penurunan. Selain karena jumlah pasien sembuh yang terus meningkat, hal itu juga dipengaruhi dibukanya sejumlah hotel sebagai tempat isolasi mandiri.

“Dari laporan pagi, untuk Tower 4 kurang lebih terhuni 40%, kemudian Tower 5 itu sekitar 60%, Tower 6 kurang lebih 59%, Tower 7 ada 66%. Artinya, di sini kita lihat huniannya tidak seperti minggu-minggu kemarin bisa mencapai 90% dan hunian kali ini mudah-mudahan seterusnya
akan semakin menurun,” kata koordinator RS Covid-19 Mayjen Tugas Ratmono dalam diskusi bertajuk Pembukaan Hotel Isolasi Mandiri dan Pengaruhnya terhadap Wisma Atlet, kemarin.

Saat ini di RSD Wisma Atlet ada empat tower yang digunakan, yaitu Tower 4 dan Tower 5 untuk isolasi mandiri. Adapun Tower 6 dan 7 untuk penanganan pasien covid yang ringan dan sedang.

“Mudah-mudahan nanti sampai akhirnya bahwa tidak ada lagi yang di masukkan ke Wisma Atlet lagi,” lanjutnya.

Secara umum jumlah hunian di 4 tower RSD Wisma Atlet dalam kondisi hampir imbang. Pada Tower 4 dan 5 yang dikhususkan untuk pasien tanpa gejala sekitar 1.666 orang dan untuk pasien bergejala atau ringan serta sedang di Tower 6 dan 7 kurang lebih 1.800 orang.

“Kita sudah pisahkan bahwa untuk yang tanpa gejala itu di Tower 4 dan 5. Kemudian, yang bergejala itu ada di Tower 6 dan Tower 7. Jumlahnya kira-kira hampir-hampir imbanglah di sana,” sebutnya.

Dengan tingkat hunian saat ini, dibandingkan dengan sebelumnya, jumlah huniannya lebih dari 2.000 pasien covid-19.

“Sebelumnya kita melihat di Tower 4 mau Tower 5 ini jumlahnya masing-masing di atas 2.000 jadi cukup tinggi, tapi saat ini kami lihat pagi ini sudah lebih rendah lagi huniannya,” jelasnya.

Menurunnya tingkat hunian di RSD Wisma Atlet ini sejalan dengan terus meningkatnya jumlah pasien covid-19 yang sembuh di Jakarta.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 65.295 orang dengan tingkat kesembuhan 81,6%.

“Total 1.772 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 2,2%. Angka ini di bawah angka kematian Indonesia sebesar 3,7%,” katanya, kemarin.

Adapun berdasarkan data Kemenkes per Senin (5/10), kasus terkonfi rmasi positif covid-19 totalnya menjadi 307.120 setelah ada penambaan sebanyak 3.622 orang.

Kemudian untuk pasien sembuh menjadi 232.593 setelah ada penambahan sebanyak 4.140 orang. Selanjutnya untuk kasus meninggal menjadi 11.253 dengan penambahan 102. (Fer/Hld/Ssr/X-10)

BERITA TERKAIT